FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bocah Jadi Aktor Teatrikal Demo Kasus Dugaan Pembunuhan di Sumenep

Peristiwa     Dibaca : 233 kali Jurnalis:
Bocah Jadi Aktor Teatrikal Demo Kasus Dugaan Pembunuhan di Sumenep
FaktualNews.co/Supanjie/
Seorang anak kecil saat dijadikan aktor dalam aksi teatrikal unjuk rasa di depan kantor PN dan Kejaksaan Negeri setempat, atas kasus dugaan pembuhunan, Senin (7/1/2019).

SUMENEP, FaktualNews.co – Sejumlah warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari), Senin (7/1/2019). Mereka menuntut pelaku pembunuhan dijatuhi hukuman mati.

Dalam aksi kali ini, seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahun turut serta dalam aksi, dengan telanjang dada, hanya mengenakan kolor, termasuk beberapa pemuda dan ibu ibu terlihat ikut aksi teatrikal tersebut dengan membawa replika celurut. Sontak, aksi teatrikal itu menjadi tontonan warga setempat dan pengendara yang melintas di Jln KH. Mansyur Pabian.

Korlap aksi Irwan Has dalam orasinya menyampaikan, maksud kedatangan puluhan warga Pragaan mendesak pelaku dugaan pembunuhan bayi di Kecamatan Pragaan beberapa waktu lalu menghukum mati. Sebab perbuatannya dinilai sangat biadab bahkan masuk kategori kejahatan yang luar biasa.

Peristiwa dugaan pembunuhan bayi yang baru berumur sekitar 35 hari itu terjadi pada tanggal 11 Mei 2018 silam. Bayi laki-laki yang diberi nama Moh Zulfan Khadimas Salam (Dimas) diketahui meninggal dunia di bak mandi dalam kondisi terapung di rumah K. Abd. Rahman.

“Kami datang kesini meminta menghukum mati pelaku pembunuhan bayi tidak berdosa tersebut,” teriak korlap aksi dalam orasinya.

Irwan menambahkan, tujuan aksi kali karena terendus kabar bahwa pelaku akan dihukum ringan bahkan ada isu bakal dibebaskan, karena besok, Selasa (8/1/2019) informasi yang diterima warga merupakan jadwal pembacaan tuntutan di PN setempat.

“Kami tidak ingin pelaku dihukum ringan apalagi isunya bakal dibebeskan, ini pembunuhan keji, anak kecil dijadikan tumbal demi tujuan pribadinya, makanya kita klarifikasi isu tersebut langsung ke Kejari dan PN,” tegasnya.

Selain menuntut menghukum mati pelaku, poin tuntutan lainnya yang turut disuarakan dalam aksi meminta agar penegak hukum profesional serta tidak terpengaruh opini yang tidak berdasar dan melemahkan perkara ini.

“Kami minta penegak hukum profesional dalam melihat kasus ini, jika tidak kami akan kembali turun jalan dengan massa aksi yang lebih banyak lagi,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, isu miring itu ditepis oleh Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sumenep Benny Nugroho Sadhi Budhiono. Dirinya menegaskan isu tersebut merupakan kabar yang tidak benar.

“Soal kabar pelaku akan dibebaskan dan tuntutannya diringangkan itu tidak benar,” katanya pada sejumlah media.

Saat ini perkara itu telah masuk proses persidangan. Pemeriksaan saksi-saksi telah selesai dan akan memasuki tuntutan.

Namun, Jaksa belum memutuskan tuntutan itu dibacakan. Saat ini jaksa masih akan mengusulkan tuntutan itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jawa Timur.

“Karena ini menjadi sorotan masyarakat, kami ajukan dulu tuntutan ke Kejati, kalau nanti sudah turun dari Kejati, nanti kami bacakan,” ungkapnya.

Sementara itu, terdakwa saat ini dilakukan penahanan di Rutan Klas II B Sumenep. Dia dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan atau denda paling besar 1 miliar.

“Jadi dalam kasus ini Undang-undang yang diterapkan adalah perlindugan anak,” tegasnya.

Sementara motif pembunuhan yang terungkap di persidangan berdasaekan keterangan saksi adalah pesugihan.

“Saya tidak tahu, informasi begitu (pesugihan) kata jaksanya, karena ada yang dikorbankan,” tegasnya.

Untuk diketahui peristiwa meninggalnya bayi yang baru berumur sekitar 35 hari itu sempat membuat masyarakat resah. Pasalnya bagi laki-laki yang diberi nama Moh Zulfan Khadimas Salam (Dimas) diketahui meninggal dunia di bak mandi dalam kondisi terapung di rumah K. Abd. Rahman, pada tanggal 11 Mei lalu. Saat ini Polres Sumenep telah menetapkan tersangka atas nama Abd Rahman dan telah memasuki proses persidangan.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...