FaktualNews.co

Tak Punya IPAL, Pabrik Pengolahan Plastik Deterjen Sebabkan Fenomena Busa di Sungai Jombang

Peristiwa     Dibaca : 1329 kali Penulis:
Tak Punya IPAL, Pabrik Pengolahan Plastik Deterjen Sebabkan Fenomena Busa di Sungai Jombang
FaktualNews.co/Rony Suhartomo/
Warga mendatangi sungai di Dusun Pranggang, Desa Brambang, Diwek, Jombang yang mengeluarkan busa dan berbau wangi

JOMBANG, FaktualNews.co – Penyebab munculnya busa di sungai Dusun Pranggang, Desa Brambang dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Senin (7/1/2019) lalu tersebut, berasal dari industri pengolahan plastik di Desa Godong, Kecamatan Gudo.

Busa putih yang menutupi permukaan sungai Desa Brambang, Jombang diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Yudhi Adriyanto, berasal dari limbah diterjen pabrik pengolahan plastik CV Pandu Kencana.

CV Pandu Kencana diketahui tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) limbah cair. “Maka kami rekomendasikan untuk menghentikan sementara aktivitas pengolahan plastik, sampai ada perbaikan,” tegas Yudi, kepada media di Jombang, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, busa yang ada di sungai Desa Brambang dan Jatipelem berasal dari tampungan pabrik pengolahan plastik. Pasa saat proses pembersihan plastik dimasukkan dalam tampungan, diguyur hujan lebat dan meluber ke aliran sungai.

Terpisah pemilik CV Pandu Kencana, menuturkan jika dirinya sudah menghentikan sementara produksi pengolahan plastik. “Ini baru pertama kali produksi, bahan plastik deterjennya ambil di Surabaya. Kami nanti akan kembalikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Warga di perbatasan Dusun Pranggang, Desa Brambang dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak heboh, Senin (7/1/2019)

Lantaran munculnya busa yang begitu banyak di aliran sungai di desa itu. Bahkan, busa tersebut mengeluarkan bau yang begitu harum. Sontak, fenomena aneh itu membuat warga sekitar penasaran.

Kapolsek Diwek, AKP Bambang Setyo Budi membenarkan adanya fenomena air berbusa dan berbau wangi di aliran sungai di Dusun Pranggang tersebut. Pihaknya mengungkapkan mengetahui fenomena tersebut dari media sosial (Medsos).

“Semacam busa dan baunya wangi, tadi sudah kami ambil sample airnya dan tadi saya upayakan di semprot air supaya busanya hilang, dan sekarang busanya sudah hilang,” kata AKP Bambang Setyo Budi usai mendatangi lokasi.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul