FaktualNews.co

2 Pasien DBD di Jombang Meninggal

Peristiwa     Dibaca : 544 kali Penulis:
2 Pasien DBD di Jombang Meninggal
FaktualNews.co/Beny Hendro/
Pasien DBD yang dirawat di RSUD Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Tren penyakit deman berdarah dengue (DBD) di Jombang, Jawa Timur, mulai mengalami kenaikan. Bahkan, sejak Bulan Desember 2018 hingga Januari 2019 Dinas Kesehatan setempat sudah tercatat 25 kasus positif DBD dengan jumlah korban meninggal sebanyak dua orang.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jombang, Haryo Purwono, mengatakan tahun 2018, tercatat sebanyak 454 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit dan sejumlah tempat fasilitas kesehatan lainya di Jombang. Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya yang terdata sebanyak 351 pasien.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Sedangkan, sejak bulan Desember 2018 hingga Januari ini, sudah ada 25 pasien positif DDB dengan jumlah korban meninggal dua orang.

“Dua meninggal ini satu bulan Desember, satu lagi bulan Januari ini, pasien asal Kelurahan Jelakombo,” katanya.

Sementara, Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir tren kunjungan pasien mengalami naik turun, begitu juga dengan tingkat kegawatannya. Adanya korban meninggal karena DBD itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaraya karena keterlambatan dalam mendeteksi dan penanganan kegawatan sehingga terjadi kebocoran plasma dan menyebabkan pasien meninggal dunia.

“Tren kunjungan sempat naik, sekarang turun lagi, kegawatan juga turun. Namun, kalau yang sampai meninggal itu karena terlambat sebab DBD itu pads hari 4,5,6 terjadi kondisi kegawatan, yakni pelepasan cairan ke rongga (kebocoran plasma) ini membuat pasien shock,” ujarnya.

Dijelaskan, Sepanjang Bulan Januari ini selain Demam berdarah, tren penyakit lain yang tidak kalah banyaknya yang ditangani RSUD Jombang adalah demam tifoid dan diare. Pudji tidak menampik jika ada beberapa pasien DBD yang dirawat, namun seluruhnya bisa tertangani dengan baik dengan jumlah relatif minimal.

“Sejak awal Januari untuk DBD tidak ada kegawatan, di ruang Seruni memang ada beberapa yang kami rawat untuk DBD, namun yang paling banyak adalah demam tifoid dan diare, ini memang tren penyakit musim hujan, perubahan cuaca. Tapi untuk jumlah pasti semua saya tidak hafal,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul

YUK BACA

Loading...