FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Mantan Perangkat Desa di Ngawi, Ditemukan Tewas di Hutan

Peristiwa     Dibaca : 474 kali Jurnalis:
Mantan Perangkat Desa di Ngawi, Ditemukan Tewas di Hutan
FaktualNews.co/Zaenal/
Petugas saat berada di lokasi penemuan mayat Widodo, di kawasan hutan Ngawi.

NGAWI, FaktualNews.co – Widodo (65) warga Desa Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, ditemukan tidak bernyawa di areal hutan milik Perhutani. Tepatnya di petak 45 g RPH Grogol, BKPH Kedung Banteng, Dusun Grogol, Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi. Diduga tewasnya korban yang mantan perangkat desa itu, karena sakit saat mencari rumput.

Diketahuinya tewasnya Widodo tersebut berawal pada Kamis (17/01/2019) sekitar pukul 06.30 WIB. Ketika itu Suparman (48) warga Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Ngawi, menggembala kerbau di areal hutan. Ketika itu mendadak melihat ada sebuah sepeda motor yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya menggembala.

“Karena saya penasaran kok ada sepeda motor tergeletak, kemudian saya cek ternyata ada orang di bawah motor itu,” jelas Suparman saat ditemui FaktualNews.co.

Karena ada sepeda motor yang tergeletak, akhirnya Suparman berusaha melihat dari dekat. Yang ternyata di bawah motor dan tertimbun rumput serta ranting kering tergeletak seorang pria. Selanjutnya Suparman memberitahukan temuannya tersebut pada warga sekitar dan diteruskan laporan ke kantor Polsek Mantingan.

Setelah dilakukan penyidikan dan penyebab kematian akhirnya diketahui bahwa pria naas tersebut adalah Widodo. Pria nahas itu, pada Rabu (16/01/2019) siang pamitan pada keluarganya akan mencari rumput. Padahal saat itu Widodo sedang sakit.

“Diduga korban mendapat serangan penyakit jantung, di tubuh korban tidak ditemukan adanya tindak kekerasan, hal ini dikuatkan keterangan dari pihak keluarga,” terang AKP.Suparno Kapolsek Mantingan pada FaktualNews.co, Kamis (17/1/2019).

Ditambahkan, karena pihak keluarga telah menerima kematian korban, selanjutnya jenazahnya langsung diserahkan pada pihak keluarga, untuk dimakamkan.

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...