FaktualNews.co

Transkasi Narkoba di Jombang, Pengambilan Barang Tergantung Kesepakatan Tanpa Ketemuan

Peristiwa     Dibaca : 713 kali Penulis:
Transkasi Narkoba di Jombang, Pengambilan Barang Tergantung Kesepakatan Tanpa Ketemuan
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Para tersangka pengedar narkoba di Jombang, yang berhasil diringkus polisi.

JOMBANG, FaktualNews.co – Peredaran gelap narkotika di Jombang, Jawa Timur, kian mengkhawatirkan. Ini terbukti dari hasil ungkap kasus yang dilakukan oleh Satuan Resnaskoba Polres Jombang, yang telah meringkus 23 tersangka dalam kurun waktu dua minggu, sejak tanggal 1 hingga 15 Januari 2019.

Bahkan, dari hasil penangkapan itu, sebagian besar pelakunya adalah remaja. Sebanyak 14 diantaranya berstatus sebagai pengedar.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid mengatakan, ada fakta baru yang menjadi tren kasus peredaran narkotika di Jombang. Selain sebagian besar pelakunya remaja, ada perubahan cara yang dimiliki kurir maupun pemasok untuk proses pengambilan pesanan barang haram ini.

Salah satunya dengan sistem ranjau, dimana antara pemesan dan pemilik barang tidak saling bertemu bahkan tidak mengenal. Cara ini, menurut Mukid yang kerap digunakan oleh pelaku bisnis haram ini untuk menghindari polisi.

“Dengan cara barangnya ditaruh disuatu tempat dan berpindah-pindah, kadang dipasar wilayah Surabaya dan Sidoarjo, kadang ada yang ditempatkan di dapur, kandang ayam bahkan ada yang dimasukkan di dalam lantai keramik. Jadi setelah ada kode pemesan langsung ambil ditempat yang ditentukan itu, “ujar Mukid, Jum’at (18/01/19).

Sistem ini, lanjut Mukid, juga jauh berbeda dengan tren sebelumnya. Yakni, antara pemesan maupun kurir dan sub bandar saling bertemu untuk melakukan transaksi gelap narkoba.

Sebelumnya, Satresnakoba Polres Jombang, telah berhasil mengungkap 22 kasus penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah itu, polisi meringkus sebanyak 23 tersangka berikut dengan sejumlah barang buktinya dimana rata-rata masih berusia remaja. Bahkan, dua tersangka diantaranya diketahui berjenis kelamin perempuan.

“Sasaran pemakain rata-rata juga remaja,”pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin