Peristiwa

Ini Penyebab Penutupan Tempat Ibadah Konghucu TITD Tuban

TUBAN, FaktualNews.co – Kordinator Kebaktian Konghucu Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tuban, Bambang Djoko Santoso, menegaskan dirinya yang melakukan penutupan ruang kebaktian Lithang.

“Saya yang merantai ruangan,” kata dia, melansir TribunJatim, Sabtu (19/1/2019).

Penutupan ruang kebaktian Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tuban, dengan cara digembok tersebut bermula saat Kwan Sing Bio mendapat undangan FKUB dari Presiden di Bogor, sekitar September tahun lalu.

Kemudian pihak Klenteng mewakilkan pendeta Konghucu, Antonius Ong untuk menghadiri.

Ternyata tidak datang, malah memilih menikahkan orang di Makasar.

“Awalnya dari situ, dan terus berlanjut sampai sekarang. Terlebih ceramah Antonius sangat tidak susila atau tak pantas,” ujar Bambang Djoko.

Bambang menjelaskan, Antonius omongannya kasar saat melaksanakan kebaktian, bahkan pernah marah-marah sama pendeta dari Mojokerto.

Kericuhan di kebaktian Konghucu itu terjadi mulai 16 -30 November, hingga Bambang mengganti kunci ruang Lithang.

Pada Desember gejolak sempat berhenti.

Lalu 4 Januari, wakil ketua umum Kwan Sing Bio, Liu Pramono, mengganti dengan kunci baru.

Keesokan harinya, Sabtu, 5 Januari pintu tersebut akhirnya dirantai.

“Sabtu pintu saya rantai dan sampai sekarang, agar tidak terjadi gejolak, tidak ada kebaktian untuk Konghucu saat ini,” terangnya.

Bahkan Bambang mengaku pernah mau dipukul Antonius dengan gagang lonceng. Menurutnya hal itu tidaklah pantas dilakukan oleh seorang pendeta.

“Tidaklah pantas itu dilakukan seorang pendeta, sampai sekarang ruangan saya rantai, karena itu kewenangan saya selalu kordinator kebaktian Konghucu,” pungkasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Gegara Ceramah Pendeta Dinilai Tak Pantas, Koordinator Kebaktian Segel Tempat Ibadah Konghucu Tuban, http://jatim.tribunnews.com/2019/01/19/gegara-ceramah-pendeta-dinilai-tak-pantas-koordinator-kebaktian-segel-tempat-ibadah-konghucu-tuban?page=all.