FaktualNews.co

WhatsApp Masih Belum Terapkan Pembatasan Penerusan Pesan

Teknologi     Dibaca : 475 kali Penulis:
WhatsApp Masih Belum Terapkan Pembatasan Penerusan Pesan
Aplikasi whatsapp

FaktualNews.co – Pembatasan penerusan pesan (forward messages) WhatsApp yang seharusnya berlaku, Selasa (22/1/2019) belum dilakukan. Batasan maksimal penerusan pesan global masih 20 pesan.

Rencana WhatsApp diperkuat dengan ucapan Menkominfo Rudiantara yang mengatakan pembatasan akan diberlakukan pada Selasa (22/1/2019) pukul 12.00 WIB.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Berdasarkan informasi dari Lead of Public Affair Whatsapp Carl Woog, pembatasan ini akan berlaku ketika Anda memperbarui aplikasi di Google Playstore atau Apple AppStore. WhatsApp berencana membatasi penerusan pesan maksimal hanya lima kali.

Kendati demikian, pengguna masih bisa meneruskan pesan ke 20 pengguna atau grup sekaligus. Tak hanya itu, notifikasi pembaruan aplikasi WhatsApp untuk perangkat Android dan iOS juga masih belum tersedia, melansir CNNIndonesia.

Sebelumnya, kebijakan WhatsApp untuk membatasi penerusan pesan ini pertama kali diberlakukan di India akibat dampak negatif yang sangat parah. Bahkan penyebaran hoaks ini memakan korban jiwa.

Seorang pria bernama Mohammad Azam pada Juli 2018 tewas dihakimi 2 ribu orang karena rumor hoaks bahwa dia mengincar anak-anak.

Menurut kepolisian setempatm Azam hanya menawarkan coklat untuk anak-anak di daerah tersebut. Rumor penculikan anak membuat tindak kekerasan dan pembunuhan itu terjadi. Tindakan ini masih terus terjadi dua minggu lalu, tak lama setelah WhatsApp meluncurkan beberapa fitur pencegah hoaks.

WhatsApp menolak untuk memberikan komentar terkait berita ini. Namun, dalam suratnya kepada pemerintah India, WhatsApp menyebut bahwa mereka prihatin dengan menyebarnya tindak kekerasan di India dan akan proaktif untuk mencegah penyalahgunaan aplikasinya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul
Sumber
CNNIndonesia
Tags

YUK BACA

Loading...