FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kondisi Alih Fungsi Hutan di Lereng Gunung Bromo Pasuruan Kian Memprihatinkan

Nasional     Dibaca : 1217 kali Penulis:
Kondisi Alih Fungsi Hutan di Lereng Gunung Bromo Pasuruan Kian Memprihatinkan
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Kawasan hutan di BKPH Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, yang terancam longsor akibat alih fungsi hutan.

PASURUAN, FaktualNews.co – Hutan produksi di wilayah bagian selatan Kabupaten Pasuruan yang diharapkan bisa menyimpan air untuk sumber air di Umbulan, Kecamatan Winongan, saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan. Bahkan terancam gundul akibat penebangan yang tak menghiraukan akan dampaknya yang ditimbulkannya.

Kondisi ini terjadi di kawasan RPH Penanjakan, Puspo, Keduwung (BKPH Tosari), Sugro, Nongkojajar, Cowek dan Gerbo (BKPH Lawang Timur), yang berada dikawasan lereng Gunung Bromo, yang awalnya ditanami pinus. Namun saat ini disulap menjadi areal pertanian, yang ditanami sayur mayur, seperti kentang, wortel, kubis dan bawang preh.

Sedangkan pohon yang menjadi penguat akan adanya tanah longsor, banjir dan penyimpan mata air, saat ini nyaris habis diganti dengan sayur mayur. “Fenonema inilah yang terjadi hingga mengancam kerusakan lingkungan akibat alih fungsi hutan. Siapakah yang harus bertanggung jawab. Apa bisa ada bencana jika pohon pinusnya sudah habis,” ujar Soekarno, warga Puspo, Rabu (23/1/2019).

Menurut warga, petani sayur mayur menyewa pada pihak Perhutani dengan ketentuan bagi hasil dengan alasan bahwa lahan digarap oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), istilah garapan dibawah tegakan. Padahal garapan itu, semestinya wajib menanam pinus dan cemara. “Prakteknya yang ditanam hanya di jalan provinsi yang menuju kawasan Tosari,” beber dia.

Sedangkan kalangan petani yang menggarap atau menyewa harus bayar bervariatif sesuai luasan diagarapnya. Dengan kondisi cukup memprihatinkan yang terjadi di kawasan hutan yang menghubungkan jalur wisata menuju Gunung Bromo ini, warga berharap ada solusi. Sementara itu, Kepala Perhutani KPH Pasuruan, Lusy, saat dihubungi tak memberikan jawaban.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul