FaktualNews.co

Banyak Permintaan Fogging, Kadinkes Jombang : Ini Tak Efektif Cegah DBD

Kesehatan     Dibaca : 521 kali Penulis:
Banyak Permintaan Fogging, Kadinkes Jombang : Ini Tak Efektif Cegah DBD
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, drg.Subandriyah.

JOMBANG, FaktualNews.co – Penyemprotan nyamuk atau Fogging yang biasa dilakukan untuk memberantas nyamuk, ternyata tidak efektif untuk mencegah wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Sehingga masyarakat diminta tidak terfokus pada upaya ini.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, drg.Subandriyah, di kantornya, Selasa (29/01/19). Diapun mengakui, sejak awal musim hujan ini, pihaknya menerima banyak permintaan fogging dari masyarakat. Padahal, penyemprotan ini, justru malah membahayakan.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Fongging serentak itu tak efektif tanpa dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terlebih dahulu. Jadi sebelum difongging itu harusnya PSN dulu, lalu diulang seminggu sekali, begitu seterusnya. Dan ini juga harus diawasi petugas terkait cara dan penggunaan bahan obatnya. Fogging ini sebenarnya membahayakan karena malah meracuni, masyarakat harus tahu ini,”teranya.

Dikatakannya, penyemprotan tidak bisa secara sembarangan dilakukan tanpa pengecekan terlebih dahulu. Fogging fokus baru akan dilakukan didaerah yang dinyatakan positif terdapat kasus DBD.

“Fogging fokus ini ada syaratnya, tidak boleh dilakukan di daerah yang tidak ada penderitanya, “bebernya.

Untuk mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegyti, kata Subadriyah, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode satu rumah satu jumatik. Hal ini, menurutnya merupakan satu-satunya cara yang paling efektif dibandingkan dengan penyemprotan.

“Fogging ini tidak bisa membunuh jentik nyamuk, hari ini di fogging nyamuknya mati, besoknya jentik ini menetas jadi nyamuk lagi. Ini kenapa harus dilakukan PSN terlebih dahulu, dan ini harus intensif,”terangnya.

Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, hingga hari ini mencatat dua korban meninggal dunia akibat serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang bulan Januari.

Jumlah itu dari sebanyak 66 kasus positif DBD yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Jombang, termasuk pasien yang menjalani perawatan di RSUD Jombang. Dari jumlah itu jumlah kasus terbanyak ada di Kecamatan Kudu yakni 12 kasus.

Masyarakat diminta tidak panik dengan tren penyakit yang mewabah seiring datangnya musim hujan ini. Subandriyah menghimbau agar mereka menjaga hidup dan pola makan yang bersih dan sehat.

“Karena siklus hujan tahun ini tidak menentu, jadi masyarakat harus waspada,”pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...