Senja Kala Komputer Desktop PC

FaktualNews.co – Di Inggris, komputer desktop (PC) hampir menemui ajalnya. Laman Shunyshiny, melaporkan dari suvei yang dilakukan oleh gadget dan perusahaan teknologi e-tailer terhadap 1.013 orang dewasa. Hanya 42 persen pekerja di Inggris sekarang menggunakan komputer desktop (PC) di kantor mereka.

Artinya tidak sampai setengah pekerja di sana yang masih menggunakan PC.

Bahkan, fakta lainnya menyebutkan bahwa 26 persen orang Inggris di tempat kerja berharap meng-upgrade komputer mereka menjadi laptop. Kemudian seperlima pekerja juga percaya bahwa PC desktop membuat kantor saat ini terlihat kuno. Di sisi lainnya, survei tersebut mencatat 38 persen pekerja telah menggunakan laptop dan 22 persen bahkan menggunakan tablet.

Selain penggunaannya, survei itu juga mencatat bahwa industri di mana komputer (PC) mengalami kematian terbesarnya, berada di industri ritel (20 persen), perhotelan dan liburan (16 persen), pemasaran dan kreatif (12 persen), konstruksi (9 persen), dan layanan profesional (5 persen).

84 persen pekerja yang menggunakan laptop melaporkan peningkatan produktivitas di tempat kerja, dan mereka juga mengatakan bahwa mereka mendapatkan lebih banyak pekerjaan karena memiliki perangkat yang lebih fleksibel.

Lebih jauh lagi, Mark Kelly, manajer pemasaran di LaptopsDirect.co.uk menuturkan bahwa, 77 persen dari mereka yang disurvei percaya bahwa PC desktop dapat ‘mematikan’ klien bisnis baru yang potensial.

Mark Kelly juga mengatakan bahwa, kini semakin banyak dirinya mendengar dari pelanggan bisnisnya bahwa, tidak hanya klien yang mengahrapkan para pekerjanya bisa bekerja saat bepergian, tetapi juga sekarang banyak generasi milenial yang mengharapkan tingkat flesibilitas pada jam dan pola kerja.

“Sehingga itu membutuhkan perangkat yang memungkinkan mereka untuk bekerja dari jarak jauh atau saat bepergian,” kata kelly.

Rasanya, tambah Kelly, perangkat komputer (PC) desktop telah menemukan hari akhrinya. Perangkat tersebut sudah tak lagi memberikan sesuatu untuk kantor terbuka. “Pola kerja fleksibel hari ini, atau kebutuhan untuk bisnis dalam menanggapi langkah cepat seperti sekarang ini, bekerja dan bepergiaan ‘selalu tertuju’ untuk bisnis,” tuturnya.