FaktualNews.co

Cerita Ilham Saputra, Detik-detik Atap MTs Bahrul Ulum Mojokerto Ambruk

Peristiwa     Dibaca : 744 kali Penulis:
Cerita Ilham Saputra, Detik-detik Atap MTs Bahrul Ulum Mojokerto Ambruk
FaktualNews.co/Amanullah/
Salah satu siswa korban atap ruang kelas MTs Bahrul Ulum Jetis, Mojokerto, ambruk.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Ilham Saputra (12), siswa kelas VII tak menyangka jika atap ruang kelas MTs Bahrul Ulum Dusun Warugunung Lor, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, ambruk saat jam pelajaran pertama berlangsung pada, Jumat (8/2/2019).

Saat atap ruang kelasnya ambruk, Ilham sempat tertimpa bagian material atap mengenai bagian kepalanya.

“Saat itu pelajaran belum di mulai, kami (siswa) baru saja mengumpulkan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan guru bahasa Arab. Tiba-tiba atap ambruk, padahal tidak hujan atau ada angin,” tuturnya, saat ditemui FaktualNews.co di rumahnya, Jumat (8/2/2019).

Dijelaskan Ilham, sebelum atap ruang kelas MTs Bahrul Ulum Jetis, Mojokerto ambruk tidak ada tanda-tanda atau suara apa pun. “Tiba-tiba saja ambruk,” kenangnya.

Saat atap ruang kelas runtuh, Ilham berusaha melindungi diri dengan meletakan tangan di atas kepala. Sedangkan siswa lainya juga demikian, bahkan menurut Ilham ada beberapa siswa yang bersembunyi dibawa kolong bangku agar tidak tertimpa kayu.

“Semua pada teriak minta tolong, guru pengajar yang ada di depan kelas juga ikut tertimpa reruntuhan bangunan pada bagian kakinya,” tuturnya.

Setelah runtuh, para siswa panik. Guru lain yang mengetahui atap ruang kelas ambruk, langsung menolong para siswa di dalam kelas VII. “Setelah atap ambruk, saya langsung naik meja dan keluar melalu jendela kelas,” imbuh anak ke tiga dari pasangan almarhum Muhammad Hartono dan Suhartatik ini.

Ilham mengatakan, akibat atap ruang kelas VII MTs Bahrul Ulum ambruk ada dua siswa yang mengalami luka parah, yakni Rifki dan Rio. “Rifki mengalami luka di bagian tangan dan Rio sempat berdarah di bagian kepala,” tutur Ilham.

Ilham hanya mengalami luka ringan benjol di bagian kepala, karena bangkunya berada ada di bagian kiri, tepatnya nomor dua dari belakang samping tembok. “Saat itu juga setelah kondisi atap sudah porak-poranda, pintu itu sempat terhalang kayu. Hingga akhirnya saya memilih keluar melalui jendela,” ungkapnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul