FaktualNews.co

Diduga Serangan Jantung, Petani Watulimo Trenggalek Tewas di Hutan

Peristiwa     Dibaca : 670 kali Penulis:
Diduga Serangan Jantung, Petani Watulimo Trenggalek Tewas di Hutan
FaktualNews.co/Suparni/PB/
Petugas saat melakukan Olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban.

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Diduga terkena serangan jantung mendadak, Lamidi (52) warga Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, tewas di gubuk kawasan hutan petak No.  95 b hutan Blok Bengkorok masuk Desa Tasikmadu, Trenggalek Jum’at (8/2/2019).

Kasubaghumas Polres Trenggalek,  Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Korban ketika diketahui sudah dalam keadaan tergeletak di atas bangku atau dipan gubuknya yang berada di kawasan hutan dan tak sadarkan diri. Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia.

“ Korban saat diketahui sudah dalam keadaan tak sadarkan diri di bangku gubuk dan ternyata korban sudah meninggal dunia. Sedangkan kasus saat ini sudah di tangani Polsek Watulimo,’’ucapnya.

Peristiwa itu berawal, pada Jum’at (8/2/2019) sekitar pukul 06.30 wib, seperti biasa korban berangkat kerja ke ladang garapannya di hutan blok Bengkorok petak 95 b yang jarak tempuhnya sekitar 10 Kilometer. Korban berangkat ke ladang saat itu berboncengan sepeda motor dengan tetangganya.

Setelah sampai di tempat tujuan, korban berjalan kaki menuju gubuk miliknya. Sedangkan tetangganya yang membonceng, langsung menuju ladang miliknya yang jaraknya berdekatan. Kemudian selang beberapa menit, korban diketahui sudah berbaring diatas bangku gubuknya.

Mengetahui korban berbaring, tetangganya tadi langsung mendekati dan diketahui korban tidak sadarkan diri. Mengetahui hal tersebut ia langsung berteriak minta tolong dan warga yang mendengar langsung berdatangan. Setelah dicek ternyata, korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Watulimo.

“ Dari hasil olah TKP petugas dan pemeriksaan Tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan korban meninggal dunia diduga akibat serangan jantung,’’ pungkas Supadi.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...