FaktualNews.co

Melihat Kondisi Meta, Gadis Bertubuh Kering Asal Mojokerto

Peristiwa     Dibaca : 1701 kali Penulis:
Melihat Kondisi Meta, Gadis Bertubuh Kering Asal Mojokerto
FaktualNews.co/Amanu/
Meta saat mendapatkan perawatan di RS Sakinah Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Mifta Romadloni alias Meta (21) gadis asal Jalan Nangka, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto akhirnya mendapatkan perawatan medis di RS Sakinah. Meta diduga depresi setelah ditinggal ibu dan neneknya meninggal dunia hingga tubuhnya kering keronta.

Diusia yang masih muda, dia yang kini tinggal di Dusun/Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto bersama ayah dan ibu tirinya tersebut, terpaksa hanya bisa berbaring di kamar tidur karena penyakit yang diderita. Selain, ia diduga mengalami ganguan jiwa atau depresi. Meta sapaan akrap Mifta Romadloni itu, juga mengalami gizi buruk.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

“Sejak ditinggal ibu dan nenek kesayangan, Meta tiba-tiba Depresi dan tekanan mental” kata Ayah kandung Meta, Poerdan Hariyono, saat di konfirmasi di Rumahsakit Sakinah di ruangan Sunan Drajat Nomor 8, Rabu, (13/02/2019)

Poerdan menuturkan, Meta mulai depresi saat neneknya yang selama ini merawat Meta meninggal. Sebab, sejak kelas V Meta juga ditinggal ibu kandungnya Darwati meninggal dunia. Dia tidak tahu detail apa penyebab anaknya depresi. Yang jelas, saat itu kebetulan Meta masih duduk di kelas VII SMP.

“Pokoknya setelah mbahnya meninggal kondisinya langsung drop dan memutuskan tidak mau melanjutkan sekolah,” ungkapnya.

Hari-hari Meta sering dihabiskan murung di rumah. Sejak saat itu, Meta juga tiba-tiba bersifat emosional. Jika meminta sesuatu harus dituruti. Seakan emosionalnya sudah tak terkendali. “Kalau tidak dituruti pasti nangis dan mengamuk,” kata Poerdan.

Dengan adanya hal itu, dirinya pun berinisiatif membawa Meta berobat ke sejumlah rumahsakit. Baik ke rumah sakit umum ataupun rumah sakit swasta yang ada di wilayah Mojokerto. “Termasuk pernah di rawat RS Lawang, tapi tidak sampai rawat inap hanya di periksa dan diberikan obat,” imbuhnya.

Namun, hingga detik ini, belum ada satupun rumah sakit yang mengetahui pasti apa yang membuat Meta hingga tinggal belulang berbalut kulit saja. “Dokternya sendiri belum menemukan apa yang membuat (anaknya) kurus. Tapi soal emosinya mulai ada perkembangan bagus,” tuturnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku rutin membawa Meta kontrol ke rumahsakit untuk mengecek perkembangan kesehatan Meta. Namun, bukan sembuh yang didapat, belakangan Meta malah tambah kurus. Tiap bulan berat badannya terus merosot hingga terlihat ceking dan hanya terbalut kulit saja. Mata Meta juga cekung dan tatapannya kosong.

“Sekarang bicaranya juga sudah agak pelat (cadel). Sebelumnya normal-normal saja. Bahkan sebelumnya sering keluar beli jajan,” bebernya.

Kata Peredaran, sejak dua tahun belakangan ini Meta malah tak mau keluar rumah. Dia pilih mengurung diri di dalam rumah sambil mendengarkan radio dan melihat televise. Kesehatan Meta pun kian menurun, selain tubuhnya yang kian susut, tiga bulan ini, urat-urat Meta seakan makin mengeras. “Tangan dan kakinya kaku dan mengeras seperti robot,” paparnya.

Menurutnya, Meta, tak hanya memiliki masalah dengan berat badan. Melainkan mengalami sakit tulang belakang lantaran kerap jatuh tersungkur ke lantai. Tulang belakangnya kini sudah tak kuat menopang tubuh Meta. Sehingga hari-harinya pun dihabiskan berbaring dalam kamar.

Oleh pihak rumahsakit, sebelumnya pernah disarankan untuk membeli alat bantu penyangga. Macam kursi roda dan pijakan untuk berjalan. Karena harganya capai Rp 4 juta, dia mengaku tak mempu membelinya. “Akhirnya cuma berobat saja tiap bulan sekali ke RS Sakinah. Tapi tidak ada perkembangan,” jelasnya.

Disingung terkait asupan gizi yang diberikan kepada Meta, Poerdan mengaku rutin memberikan makan, bahkan dirinya sendiri yang harus menyuapi. “Sehari, untuk makan Meta biasanya dua kali, kalau pagi makanya roti goreng sama susu dan sore hari makan nasi beserta sayur,” tambahnya.

Sementara saat di datangi di tempat Meta dirawat di ruang Sunan Drajat RS Sakinah, nampak meta sedang di dampingi bapak dan ibu tirinya. Meta hanya bisa terbaring lemas di ranjang kamar. Tubuhnya kurus, tangan hingga kaki mengecil, pahanya sebesar tangan orang dewasa. Sesekali Meta hanya mengerakan kepala kekanan dan kekiri.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...