FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Dampak Angin Kencang, Puluhan Tiang Listrik Jember-Lumajang Tumbang

Peristiwa     Dibaca : 1014 kali Penulis:
Dampak Angin Kencang, Puluhan Tiang Listrik Jember-Lumajang Tumbang
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/
Mobil yang tertimpa papan reklame Indomaret di Arjasa Jember

JEMBER, FaktualNews.co – Sebanyak 17 tiang listrik patah dan 11 tiang lainnya roboh di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (16/2/2019) sore.

Menurut Manager Area PLN Jember-Lumajang Ardian Egusfi, untuk yang paling banyak tiang listrik tumbang dan patah ada 4 wilayah. “Yakni terbanyak di Jember Kota, Ambulu, dan Kalisat. Sedangkan di Lumajang, untuk penyulang Bumirejo, satu tiang roboh dan satu tiang patah,” sebut Adrian, Minggu (17/2/2019).

Rinciannya, tujuh tiang patah dan 10 tiang roboh untuk penyulang Jenewa, Glantangan, Jatimulyo di rayon Jember Kota dan Ambulu, dua tiang patah untuk penyulang Glantangan, Ambulu, Jatimulyo di rayon Ambulu dan Jember Kota, dua tiang patah untuk penyulang Pakusari dan Glagahwero untuk rayon Kalisat dan Jember Kota; dan lima tiang patah untuk penyulang Blater di rayon Ambulu.

Dampak yang ditimbulkan dari ini, aliran listrik untuk sekitar lima ribu rumah padam. “Kami sudah kerjakan pembenahannya. Kalau sudah ada yang bisa kami manuver, kami alihkan (jaringan) sudah kami alihkan. Tapi kalau tidak bisa, ya terpaksa pelanggan menunggu,” kata Ardian.

Ditanya berapa kerugian material? “Wah kami belum bisa hitung,” katanya singkat.

Pembenahan pun terus dilakukan pihaknya, menurut Ardian, sudah 3000an rumah yang aliran listriknya normal.

“Tiga ribu pelanggan sudah menyala. Tinggal aliran listrik dua ribu pelanggan yang belum. Teman-teman kami di lapangan bekerja keras sejak semalam,” ungkapnya.

Sebagian sumber jaringan aliran listrik dialihkan ke tempat lain sehingga bisa menyala. “Tiang roboh bisa kami berdirikan lagi. Kalau yang patah ini sedang kami kerjakan,” kata Ardian.

Ardian mengatakan, kejadian tersebut force majeur. Semula PLN memperkirakan jarak tiga meter antara tiang listrik dan pohon sudah bisa dikategorikan aman. “Tapi yang terjadi kemarin, pohon-robon berasal dari jauh. Pohonnya besar dan merusak. Tiang tidak kuat,” ulasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul