FaktualNews.co

Awal 2019, Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Blitar Tinggi

Peristiwa     Dibaca : 438 kali Jurnalis:
Awal 2019, Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Blitar Tinggi
Ilustrasi

BLITAR, FaktuaNews.co – Jumlah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Blitar awal tahun 2019 cukup tinggi mencapai 13 kasus.

Perempuan dan anak paling banyak menjadi korban KDRT tersebut.

Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Blitar mencatat dari 13 kasus ini, 6 diantaranya kekerasan terhadap anak dan 7 diantaranya kekerasan pada istri yang dilakukan oleh suaminya.

“Jumlah ini kita ketahui dari warga korban KDRT melapor ke pos bantuan hukum (bakum) yang kita dirikan di desa-desa,” ungkap Kepala DPPKBP3A Kabupaten Blitar, Wachid Rosidi, Senin (18/2/2019).

Menurut dia sebelum adanya pos bakum ini, kasus KDRT ini sangat jarang diketahui. Setelah mulai di dirikan tahun 2018 lalu, muncul angka cukup banyak yakni 102 kasus KDRT dalam setahun.

Angka ini tergolong besar, untuk itu dia mengimbau agar warga yang menjadi korban KDRT segera melapor. Dengan melapor maka kasus bisa segera diredam dengan bantuan petugas dinas DPPKBP3A, dan kekerasan yang dialami tidak sampai berlarut-larut.

Seperti kasus KDRT yang paling parah terakhir ini adalah kasus tewasnya Sri Dewi (28) dan anak bayinya Vika Nadhira yang masih usia tujuh bulan meninggal di tangan suami serta ayahnya sendiri Nardian (38).

“Jumlah kekerasan KDRT pada perempuan dan anak ini tergolong besar. Maka dari itu untuk menekan KDRT ini kita dirikan pos bakum. Jadi warga yang jadi korban KDRT perlu aktif melapor ke desa,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...