FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pemkab Bondowoso Perkuat Komitmen Cegah Stunting

Advertorial     Dibaca : 267 kali Jurnalis:
Pemkab Bondowoso Perkuat Komitmen Cegah Stunting
FaktualNews.co/Wahyudi Widodo/
Penandatanganan Komitmen Bersama untuk mencegah stunting di Bondowoso

BONDOWOSO, FaktualNews.co – Pemkab Bondowoso memperkuat komitmen dalam penanganan stunting di wilayahnya. Komitmen tersebut tertuang dalam penandatangan komitmen pencegahan stunting yang dilakukan di Pendopo Bupati, Selasa (19/2/2019) oleh pimpinan daerah, dan seluruh perangkat daerah terkait termasuk Kejaksaan Negeri, TNI dan Polri.

Kepala Dinas kesehatan Bondowoso, M Imron saat memberikan sabutan dalam Kampanye dan Penandatangan Komitmen Pencegahan Stunting menyebutkan hasil survei dari PSG di Jatim mencatat bahwa ada 38 persen balita di Bondowoso masuk kategori stunting. Kondisi ini membuat Bondowoso berada di urutan ketiga kasus stunting tertinggi di Jawa Timur.

Adapun, jumlah balita stunting dari hasil pengukuran dari bulan timbang pada Agustus 2018 kemarin, dari jumlah 42.213 balita yang ditimbang di semua kecamatan, di semua wilayah kerja Puskesmas. Dinkes menemukan sekitar 8 ribuan balita atau sekitar 19,1 persen yang tingginya kategori pendek atau pun sangat pendek.

“Angka ini berbeda dengan hasil survey Pemantauan Status Gizi (PSG),” terangnya.

Dia mengatakan bahwa sekalipun jumlah angka stunting ini berbeda namun stunting harus dicegah, agar tidak muncul lagi. Pihaknya menginginkan komitmen di daerah baik antar OPD terkait, pimpinan daerah, dalam pelaksanaan intervensi baik itu spesifik maupun yang sensitif dalam penanggulangan dalan pencegahan stunting.

Sementara itu Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, stunting di Bondowoso ini harus mendapatkan perhatian serius, terutama dengan menitikberatkan penanganan penyebab masalah gizi. Yaitu faktor yang menghubungkan dengan ketahanan pangan khususnya akses kepada pangan bergizi. Kemudian, lingkungan sosial yang terkait dengan praktek pemberian makanan bayi dan ibu, maupun pengasuhan.

“Termasuk akses pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan. Kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya air bersih, dan sanitasi,” tambahnya.

Penurunan stunting, kata dia, memerlukan intervensi yang terpadu, yang mencakup intervesi gizi spesifik, gizi sensitif yang sejalan dengan insiatif. “Saya mengajak semua pihak, Dinkes dan instansi terkait, mari kita bersama-sama untuk menyelesaikan masalah stunting ini,” tegasnya.(Wahyudi)

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...