FaktualNews.co

Belalang Goreng Asal Dawar Blandong Mojokerto, Tembus Pasar Luar Jawa

Kuliner     Dibaca : 1523 kali Penulis:
Belalang Goreng Asal Dawar Blandong Mojokerto, Tembus Pasar Luar Jawa
FaktualNews.co/Amanullah/
Fatmawati, pengolah belalang goreng asal Dawar Blandong, Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Rasanya yang gurih dan renyah, membuat banyak orang ketagihan dengan olahan belalang goreng, asal Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Sehingga tidak sedikit pecinta kuliner ini kembali menikmatinya.

Meski dikenal sebagai wilayah dengan bermacam sejarah juga wisata. Wilayah Kabupaten Mojokerto juga memiliki bermacam olahan kuliner unik. Seperti gorengan belalang ini, yang dikelola oleh warga di wilayah Kecamatan Dawar Blandong.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Adalah Fatmawati nama perempuan berusia 34 tahun asal Dusun Suruh Lor, Desa Suruh, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto pengolah belalang goreng. Perempuan berhijab ini sudah lama menggeluti usaha camilan belalang goreng. Kini omsetnya bisa mencapai Rp 1,3 juta perhari.

Saat didatangi di kediamannya Sabtu (23/2/2019)  Fatmawati nampak sibuk sedang membersihkan bagian tubuh belalang di teras rumahnya di bantu ibunya dan tiga keponakannya.

“Dalam sehari kalau sedang rame bisa mengelola belalang goreng sampai 8 kilogram, ” ungkap perempuan istro Andi setiawan  yang kini sudah dikaruniai 3 anak ini.

Usaha ini dimulai Fatmawati berawal dari inspirasi dari kebiasaan keluarga yang suka makan belalang. ” Ya hampir seluruh keluarga ini senang dengan masakan belalang, hingga akhirnya muncul inisiatif  berjualan, yang  saat ini  berjualannya pun  dengan cari online, ” tuturnya.

Untuk prosesnya sendiri, Fatmawati menjelaskan cukup mudah. Diantaranya membersihkan bagian belakang yang harus dibuang, seperti sayap, kaki bagian belakang dan kotoran. Setelah itu, cuci dengan air bersih kemudian lanjut digorong.

Untuk proses penggorengan belalang, lanjut Fatmawati yakni, belalang di goreng setengah matang dulu sampai warnanya memerah. Setelah itu baru dimasukkan bumbu kuning yang terdiri dari berbagai bumbu dapur yang telah di tumis dahulu.

“Untuk bumbunya sendiri ya seperti bawang putih, bawang merah, cabai rawit, garam serta daun jeruk, ” ucapnya.

Selanjutnya, setelah bumbu ditumis beberapa menit, kemudian belalang yang sudah digoreng setengah matang di masukkan sampai benar benar matang. ” Bumbunya sampai meresap, ya kurang lebih selama 15 menit lah untuk prosesnya, “katanya lagi.

Untuk mendapatakan belalang, Fatmawati menerima  kiriman belalang dari wilayah Gresik ” Ada tujuh orang yang biasanya mengirim kesini, untuk memenuhi permintaan dari para pembeli. Saya hanya memasaknya, kemudian menjualnya, ” ungkapnya.

Setiap satu kilogram belalang, Fatmawati membeli antara Rp 120  ribu sampai Rp 180 ribu perkilogram dari para pencari belalang. Kemudian dijual setelah dimasak dengan harga Rp 280 ribu  perkilogram. “Itu dalam keadaan siap makan, ” teganya.

Namun, biasanya Fatmawati menjual dengan beberapa ukuran. Diantaranya ukuran plastik yang beratnya 1 ons seharga Rp 30 ribu ada dan juga satu kilo dengan harga Rp 280 ribu. ” Untuk rasanya sendiri ada dua ada pedas dan sedang, “imbuhnya.

Menurutnya, belalang akan banyak pada musim panen padi di saat penghujan. Olahan belalang goreng ini bisa bertahan hingga tiga minggu, sehingga cocok menjadi oleh-oleh dan camilan maupun lauk makanan. Selain nikmat dimakan begitu saja, belalang goreng juga nikmat dimakan bersama nasi putih hangat dan sambal.

Bagi yang memiliki alergi terhadap makanan yang berprotein tinggi sebaiknya berhati-hati saat menikmati makanan yang satu ini. Karena tidak sedikit orang yang alergi setelah mengonsumsi belalang

Saat ini, penjualan yang dilakukan Fatmawati, selain dari mulut ke mulut Fatmawati juga merambah ke penjualan Online. Bahkan peminatnya sampai luar Jawa, seperti Kalimatan dan Batam.

“Saya juga jual melalui media sosial Facebook. Yang beli, selain dari wilayah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Pasuruan, juga sampai luar Jawa, seperti Kalimatan hingga Batam. Untuk omset, dalam satu hari bisa mencapai Rp 400 ribu sampai Rp 1,3 juta, “pungkasnya.

 

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...