FaktualNews.co

Keluarga “Rela” Makam Warga Kristen di Mojokerto Dipindahkan, Staf KontraS Alami Penganiayaan

Peristiwa     Dibaca : 801 kali Penulis:
Keluarga “Rela” Makam Warga Kristen di Mojokerto Dipindahkan, Staf KontraS Alami Penganiayaan
FaktualNews.co/Fuad Amanullah/
Makam Nunuk Suwartini di Desa Ngareskidul, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto yang hendak dibongkar karena beda agama

MOJOKERTO, Faktualnews.co – Rencana pembongkaran makam Nunuk Suartini (63), warga Desa Ngares Kidul, Mojokerto, dari pemakaman “tanah wakaf muslim” gagal dipindahkan pada, Kamis (28/2/2019).

Ini lantaran masih terdapat beberapa kesepakatan yang baru disepakati warga desa termasuk tokoh agama, ormas Islam desa setempat dan pihak keluarga Nunuk Suartini.

Menurut Camat Gedeng, Catur Adi Nugroho, polemik pemindahan makam warga Kristen di Desa Ngares Kidul sudah selesai. “Sudah selesai, sesuai dengan hasil musyawarah semua lapisan masyarakat tadi di balai desa. Pembongkaran dan pemindahan makam Nunuk akan dilakukan tim ahli,” ujarnya, Kamis (28/2/2019).

Untuk waktu pemindahan makam Nunuk, kata Catur, masih menunggu lokasi pemindahan yang saat ini masih dibersihkan. “Lokasi yang akan digunakan untuk pemakaman Nunuk masih akan dibersihkan warga, akan tetapi untuk pemindahan belum bisa dipastikan akan dilakukan kapan, yang jelas akan di pindah entah nanti malam atau besok,” imbuhnya.

“Tempat yang akan digunakan untuk memakamnkan jenazah Nunuk itu tanah kas desa, dan recananya nanti akan dijadikan tempat pemakaman umum. Jadi bukan makam untuk almarhum saja melainkan semuanya bisa dimakamkan di situ,” tegas Catur seraya menambahkan.

Pemindahan makam Nunuk Suwartini juga sudah disepakati oleh keluarga dengan menuliskan surat pernyataan yang isinya. “Kami yang bertanda tangan dibawa ini menyatakan bahwa makam ibu Nunuk Suwartini RT 15/RW 06 bersedia di pindahkan ke pemakaman Ngares Kedol (TPU) yang telah di sediakan secara layak dan dan sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku. Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya tanpa paksaan dari pihak manapun.”

Peristiwa pembongkaran ini berawal saat Nunuk yang meninggal dunia pada Kamis (14/2/2019) lalu akan dikuburkan di pemakaman desa. Pihak keluarga meminta izin kepada Kepala Desa Ngares dan beberapa warga agar jenazah Nunuk bisa dimakamkan di pemakaman desa. Mereka juga sadar kalau mereka adalah satu-satunya keluarga beragama Kristen di desa itu.

Sempat ada penolakan, tapi setelah negosiasi antara keluarga, kepala desa, dan beberapa warga yang menolak, akhirnya diperbolehkan. Namun dengan syarat, tak ada prosesi pemakaman ala umat Kristiani dan tak boleh ada salib. Keluarga akhirnya sepakat karena tak ada pilihan lain.

Akhirnya, jenazah Nunuk dimakamkan pada Jumat (15/2/2019) siang. Namun, tak disangka, malam harinya sejumlah warga kembali melakukan protes penolakan jenazah Nunuk dimakamkan di sana. Protes juga terulang keesokan harinya, Sabtu (16/2/2019).

Surat Peryataan Keluarga Nunuk

Surat pernyataan pemindahan makam Nunuk di Mojokerto.

Staf KontraS Surabaya Sempat Dipukul

Seorang tim dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya, urul Chakim yang mendampingi keluarga Nunuk saat musyawarah di Balai Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeng, untuk mencari solusi terhadap penolakan pemakaman, sempat mendapat kekerasan fisik dari salah seorang warga yang menolak pemakaman Nunuk.

Awalnya, warga berinisial BDN, menanyakan keterlibatan korban yang juga Koordinator Biro Bantuan Hukum KontraS Surabaya-Jombang. Setelah dijelaskan bahwa KontraS merupakan kuasa hukum keluarga Nunuk Suwartini, pelaku lantas meminta surat kuasa korban untuk difotokopi.

Setelah musyawarah selesai, Chakim menanyakan perihal surat kuasa tersebut. Namun, Chakim diduga didorong oleh pelaku dan sempat terjadi adu mulut sehingga dilerai warga lainnya.

“Pelaku ini lantas menganiaya Chakim dengan membenturkan kepalanya ke wajah korban,” kata Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Mojokerto.

Editor
Saiful Arief
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...