Peristiwa

Muncul Pembongkaran Makam Warga Non Muslim di Mojokerto, Pemdes Baru Siapkan Lahan TPU

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Setelah masalah pembongkaran makan Nunuk Suwartini (68), warga Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeng, Kabupaten Mojokerto, dari pemakaman “tanah wakaf muslim” Pemerintah desa setempat baru menyediakan tempat pemakaman umum (TPU) bagi warga non muslim.

Jenazah Nunuk Suwartini yang merupakan warga non muslim bakal dipindah dari lokasi pemakaman Islam ke TPU di Desa Ngares Kidul.

“TPU di tanah kas desa itu luasnya kisaran 20×19,5 meter,” kata Camat Gedeg, Catur Adi Nugroho, Jumat (1/3/2019).

Lahan untuk TPU ini dinilai memenuhi syarat karena jauh dari permukiman penduduk. Sesuai dengan namanya, warga non muslim di Desa Ngares Kidul bisa dimakamkan di tempat pemakaman baru tersebut.

“Hasil musyawarah desa kemarin akan ditetapkan sebagai Perdes (Peraturan Desa). Perdes itu mengatur pelepasan sebagian TKD sebagai TPU,” jelas Catur.

Adanya TPU di Desa Ngares Kidul, menurutnya bisa memecahkan persoalan jangka panjang bagi semua warga non muslim yang menetap di wilayah setempat. “Dengan begitu, polemik pemakaman warga non muslim di makam tanah wakaf untuk warga muslim di Ngares Kidul tak akan terulang,” imbuh Catur.

Peristiwa pembongkaran ini berawal saat Nunuk yang meninggal dunia pada Kamis (14/2/2019) lalu akan dikuburkan di pemakaman desa. Pihak keluarga meminta izin kepada Kepala Desa Ngares dan beberapa warga agar jenazah Nunuk bisa dimakamkan di pemakaman desa. Mereka juga sadar kalau mereka adalah satu-satunya keluarga beragama Kristen di desa itu.

Sempat ada penolakan, tapi setelah negosiasi antara keluarga, kepala desa, dan beberapa warga yang menolak, akhirnya diperbolehkan. Namun dengan syarat, tak ada prosesi pemakaman ala umat Kristiani dan tak boleh ada salib. Keluarga akhirnya sepakat karena tak ada pilihan lain.

Akhirnya, jenazah Nunuk dimakamkan pada Jumat (15/2/2019) siang. Namun, tak disangka, malam harinya sejumlah warga kembali melakukan protes penolakan jenazah Nunuk dimakamkan di sana. Protes juga terulang keesokan harinya, Sabtu (16/2/2019).