Peristiwa

Ajudan Bupati Demak yang Tewas Kecelakaan di Tol Batang Akan Menikah

PASURUAN, FaktualNews.co – Suasana duka menyelimuti rumah orang tua Febri Dien Terial (26), ajudan Bupati Demak, Muh Natsir, yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Batang, KM 349, Minggu (3/3/2019), dinihari. Saat peti jenazah tiba di rumah duka JL Sunan Ampel Barat, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Minggu, sekitar pukul 16.31 WIB.

Tangisan pun pecah, saat ibu kandung korban, Endang Ganefa Listiowati, langsung lemas. Para kerabat terus memeluk untuk menenangkannya dan meminta agar bersabar terima cobaan. Tak hanya itu, sang ibunda berteriak ingin melihat wajah putranya untuk terakhir kalinya, didampingi calon istri korban, Harghiana Sahabrina Luthfi Fortuna.

Begitu peti dan kain kafan dibuka, ibu empat anak ini semakin tak kuasa menahan tangisan. Kerabat dan tetangga korban, tak kuasa menahan tangis, termasuk puluhan teman kerja dan alumni praja IPDN diliputi kesedihan. Dimana rencananya almarhum akan menikah pada tanggal 6 April 2019 mendatang di Sidoarjo.

Ayah korban, Junaidi mengatakan dirinya mendapat kabar putranya kecelakaan sekitar pukul 05.00 WIB. Selang satu jam ia mendapat kabar nyawa putranya tak tertolong.”Kami mau berangkat ke Batang. Tapi saat akan berangkat dapat kabar dia meninggal,” papar Junaidi, yang merupakan purnawirawan TNI AD ini, saat ditemu FaktualNews.co.

Menurut Junaidi, sebelum berdinas di Pemkab Demak, Febri sempat dinas di Pemkot Pasuruan. Di Demak, Febri sudah berdinas selama 1 tahun 6 bulan. “Selama di Demak, Febri jarang pulang. Keluarga memakluminya karena kesibukan tugas saat menjabat ajudan bupati dan waktunya juga terbatas,” tutur ayah 4 anak ini.

Menurut dia, Minggu lalu rencananya pulang, libur empat hari sejak Kamis. Minggu pagi korban berangkat. “Terakhir kami ketemu saat pulang itu. Baik saya maupun ibunya tak memiliki firasat Febri meninggal. Ia tumben bawa buah, satu kardus belimbing dan jambu merah dari Demak. Biasanya pulang hanya bawa tas kecil saja,” jelasnya.

Diakuinya ia berkomunikasi dengan almarhum pada Sabtu malam, sehari sebelum kecelakaan. Febri menghubungi keluarga dan menyampaikan kabar bahwa dirinya sedang mendampingi Bupati Demak dinas di Bandung. “Dia anaknya pendiam. Tapi sama keluarga rutin memberi kabar,” ucap Junaidi.

Febri merupakan lulusan SMA 2 Kota Pasuruan. Dia sempat kuliah di Universitas Brawijaya mengambil jurusan Teknik Informatika. Pada semester III, dia diterima di IPDN sehingga tak meneruskan kuliahnya. Semula almarhum dinas di lingkungan Pemkot Pasuruan. Namu adanya aturan baru, dipindahkan ke Demak.

Junaidi, mengatakan untuk persiapan pernikahan almarhum dengan calon istrinya yakni, Harghiana Sahabrina Luthfi Fortuna sudah matang. Gedung, baju pengantin, perhiasan, seserahan hingga catering sudah dipesan. Undangan sudah dicetak dan akan disebar minggu depan. “Rencananya akan menikah di Sidoarjo,” terangnya.

Takdir berkata lain. Febri meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat mendampingi perjalanan dinas Bupati Demak Muh Natsir. Calon istri Febri merupakan lukusan PDN. Mereka bertemu dan kenal saat menjalani pendidikan di Jatinangor, Jawa Barat. Calon istrinya berdinas di salah satu Kementerian di Jakarta.

Bahkan jauh hari almarhum sudah mempersiapkan setelah menikah. Bahkan rencananya bersama istrinya akan menentukan pilihan untuk tinggal di Pasuruan atau Sidoarjo. Jenazah Febri tiba di rumah duka, setelah dishalatkan di Masjid setempat, langsung Minggu sore dimakamkan di TPU Gadingrejo, sesuai permintaan keluarga.