FaktualNews.co

Penjarakan Mahasiswa, LInK Nilai Yayasan Undar Jombang Arogan

Pendidikan     Dibaca : 721 kali Penulis:
Penjarakan Mahasiswa, LInK Nilai Yayasan Undar Jombang Arogan
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Kampus Fakultas Teknik Undar, Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Satu orang mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Jawa Timur, terancam dijadikan tersangka. Pasca aksi demonstrasi mahasiswa berujung penyegelan sejumlah ruangan Kampus, beberapa waktu lalu dilaporkan pihak Yayasan Undar ke polisi.

Menanggapi hal ini, Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK), Aan Anshori mengaku prihatin dengan kejadian ini. Sebab, menurutnya, mahasiswa sendiri notabene merupakan salah satu pihak yang dirugikan atas konflik yang berkepanjangan di internal Kampus legendaris di kota santri ini.

“Saya ikut prihatin dengan berlarut-larutnya konflik di Universitas Darul Ulum. Hal ini jelas mengakibatkan banyak pihak yang dirugikan, termasuk mahasiswa,” ujarnya, Sabtu (16/3/2019).

Kabar akan ditetapkannya mahasiswa atas dugaan adanya unsur pidana sebagai buntut aksi demonstrasi beberapa hari lalu. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah langkah mundur Yayasan dalam menyikapi kemerdekaan menyampaikan pendapat. Bahkan kata dia, keberhasilan memenjarakan mahasiswa sama sekali bukanlah hal yang membanggakan. Sebaliknya, justru menunjukkan arogansi institusi.

“Lawan universitas bukanlah mahasiswa, melainkan ego kekuasaan dan minimnya sensitifitas serta kerendahhatian. Hal yang lebih tepat, seharusnya pihak universitas lebih fokus menyelesaikan problem utama konflik,bukan malah sibuk memperkarakan aksi mahasiswa,” terang Aan yang juga alumni Undar.

Menyikapi hal ini, Direktur LinK, Aan Anshori mendorong dan meminta Yayasan Undar agar mencabut laporannya di Kepolisian. Diapun juga mendesak Kementerian Ristekdikti (Kemenritekdikti) agar turun menyelesaikan persoalan ini.

“Saya mendorong pelapor untuk menunjukkan kedewasaannya dengan cara mencabut laporannya di Kepolisian. Serta, meminta universitas dan mahasiswa bersatu menemukan solusi supaya proses perkuliahan kembali berjalan normal. Jika gagal, Kemenristekdikti bisa turun untuk menyelesaikan masalah ini,” harapnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin
Tags

YUK BACA

Loading...