Advertorial

Pastikan Lomba Desa Berjalan Lancar, Wabup Blitar Lakukan Sidak

BLITAR, FaktualNews.co – Untuk merangsang Desa di Kabupaten Blitar dalam hal inovasi, Pemerintah setempat menggelar lomba desa, Senin (18/3/2019). Lomba tersebut diikuti seluruh desa di 22 Kecamatan.

Desa-desa di Kabupaten Blitar saling menunjukkan potensi dan perkembangan dalam setahun terakhir ini. Dalam lomba ini desa dengan nilai tertinggi dalam Kecamatan akan mendapatkan hadiah penghargaan.

Untuk memastikan proses penilaian lomba ini Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo terjun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) seperti terlihat di Kantor Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Senin (18/3/2019).

Di sini, Wabup Blitar mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dindamade) Kabupaten Blitar, selaku tim pelaksana lomba desa bisa mengemas dengan maksimal dan memberikan penilaian desa secara sesuai dengan kriteria yang ada.

“Harapannya dengan lomba desa ini bisa mengangkat ikon-ikon desa dan memberikan motivasi desa untuk mengembangkan potensi-potensi masing-masing. Dengan demikian bisa memberikan kemakmuran bagi warga desa,” ujar Marhaenis.

Henis sapaan akrab Wabup Blitar ini mengatakan kalau Pemerintah Kabupaten Blitar tidak segan menggelontorkan APBD dalam lomba desa ini. Bahkan pemerintah Kabupaten Blitar sudah menyiapkan hadiah utama mobil bagi desa pemenang.

“Sepanjang APBD mampu dan aturan memperbolehkan apa salahnya kita beri bantuan ke desa. Untuk itu kita imbau agar tim juri benar-benar menilai sesuai kriteria dengan harapan hadiah bantuan kita tepat,” imbaunya.

Sementara, Kepala Dindamade Kabupaten Blitar, Mujianto mengatakan ada sebanyak 22 mobil. Pemberian hadiah mobil bagi lomba desa ini merupakan tahun ketiga.

“Ini yang saya tahu hadiahnya paling besar ya Kabupaten Blitar ini. Nanti tiap kecamatan ada satu desa dapat mobil,” ungkap Mujianto.

Menurut dia, lomba ini merupakan program nasional yang fungsinya untuk pemantauan perkembangan desa dari adanya dana desa (DD) dan alokasi anggaran dana desa (ADD). Perkembangan desa ini dilihat dari tiga bidang diantaranya pemerintahan, kewilayahan dan lingkungan sesuai Permendagri no 81 tahun 2015.

“Jadi kita lihat profil desanya seperti di bidang kesehatan bagaimana ibu menekan kematian bayi usai kelahiran. Lalu di sektor keamanan bagaimana menekan kriminalitas. Maka dari itu kita juga turut undang Polres Blitar dan juga Dinas Kesehatan untuk menjadi tim penilai,” terangnya. (*/hms)