FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Cuaca Buruk, Harga Bawang Merah di Jombang Melonjak Tajam

Ekonomi     Dibaca : 304 kali Jurnalis:
Cuaca Buruk, Harga Bawang Merah di Jombang Melonjak Tajam
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Penjual bumbu dapur di Pasar Pon Jombang.

JOMBANG, FaktualNews.co – Harga bawang merah di pasar tradisional di Jombang, Jawa Timur, melonjak tajam.

Kini harga satu kilogram bawang merah kategori medium berkisar Rp 30 ribu per kilogramnya. Padahal, sekitar satu minggu yang lalu harganya masih pada angka Rp 16 ribu.

Bahkan, untuk bawang merah jenis super, harganya bisa tembus hingga 34 ribu rupiah per kilogram.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Pon Jombang, Hari, mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab mahalnya harga bawang merah ini. Diapun hanya menduga bahwa ini disebabkan oleh cuaca ekstrem sehingga mempengaruhi kualitas hasil panen para petani.

“Saya tidak tahu penyebabnya, tapi dugaan saya ini karena cuaca ekstrem, hujan tak menentu ini. Naiknya ini sudah satu minggu,harganya terus saja naik bertahap hingga seratus persen ini,” ujar Hari, Rabu (20/3/2019).

Sementara,hal yang sama juga terjadi pada harga bawang putih dan salah satu komoditas sayuran tomat. Sejak satu minggu harganya pun juga tidak kalah mahalnya dengan bawang merah.

Hari mengatakan, jika sebelumnya harga bawang putih ini berkisar 16 ribu rupiah per kilogram. Namun kini, sudah tembus 28-30 ribu rupiah. Sementara tomat, kini tembus 10 ribu rupiah per kilogram, dimana sebelumnya hanya seharga 3 ribu rupiah saja.

“Kalau untuk tomat yang super bahkan sekarang 12 ribu rupiah, dari sebelumnya yang hanya 4 ribu per kilo,” terang Hari.

Akibat mahalnya harga bawang ini, daya beli konsumen pun menurut Hari berkurang drastis. Pelanggan yang biasanya membeli bawang satu kilo, kini mereka kurangi hingga setengahnya saja. Bahkan tak jarang, Hari sering mendapat pasokan bawang merah yang masih basah dari pihak penyupai.

“Dugaan kami karena faktor cuaca,jadi hasil panennya buruk. pelanggan saya banyak yang mengurangi jumlah pembeliannya, katanya sich menunggu barang kali nanti cepat turun harganya normal lagi,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...