Politik

Rocky Gerung Ajak Generasi Milenial Jombang Berani Kritis dan Melek Politik

JOMBANG, FaktualNews.co – Pengamat politik Rocky Gerung menjadi pembicara dalam acara Ceramah Akademik yang digelar Aula Gedung Stikes ICME Kampus C Jl. Kemuning No. 57 Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (20/3/2019).

Kehadiran Dosen Filsafat Universitas Indonesia yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintahan Jokowi menjadi ternyata mampu mencuri perhatian generasi milenial di Kota Santri. Bahkan ruangan lantai dua yang disiapkan panitia untuk menjadi diskusi tanya jawab ini disesaki anak muda berbeda generasi, baik dari kalangan mahasiswa dan pelajar dan beberapa tokoh ormas bahkan calon legislatif.

Rocky Gerung yang akhir-akhir ini namanya sempat melambung karena pernyataannya yang dianggap kontroversial dan keras mengkritik pemerintah, mengajak masyarakat khususnya anak muda milenial di Kabupaten Jombang untuk melek politik dengan menggunakan akal sehat.

“Kita pernah mempunyai masa lalu yang gemilang. Ketika para pemimpin bangsa tumbuh dengan argumen, semua masing-masing mereka datang dengan referensi yang jelas dan buku yang mereka baca dalam memutuskan hal-hal yang rumit yang dihadapi bangsa ini. Asal usul dari negeri ini adalah akal sehat, namun sekarang kita dibelakang itu,” kata Rocky saat memberikan ceramah akademik.

Dalam ceramahnya, Rocky Gerung sempat menyinggung keberanian Presiden RI pertama Ir. Soekarno di forum internasional. “Soekarno dulu berpidato di forum internasional tidak ada yang berani membantah. Beliau mempunyai kecerdasan politik yang luar biasa untuk mengkritik kolonialisme bukan sekedar dengan sentimen tapi dengan teori. Waktu dia membela diri dari tuduhan subversif, dia datang dengan teorisasi untuk menerangkan apa akibat kolonialisme yang terkenal dengan bukunya ‘Indonesia Menggugat’,” ulas Rocky Gerung.

Rocky menganggap Negara Indonesia saat ini kekurangan akal dan banyak pencitraan. Ia berharap generasi milenial mampu memberikan solusi terhadap semua problem yang terjadi di dalam negeri.

“Sekarang negeri ini kekurangan akal dan banyak pencitraan. Kekurangan akal itu membahayakan yang akan mengakibatkan bangsa dan negeri kita ini terpuruk sehingga kita tidak akan percaya diri di dunia intenasional. Begitu juga profil intenasional kita akan turun dan kita tidak akan dihormati sebagai bangsa yang mampu mengeluarkan konsep, dan kita akhir- akhir ini dihadapkan menunggu perubahan politik. Tugas milenial adalah memberikan solusi pada problem di negeri ini,” terangnya.

Rocky menganggap literasi pemerintah saat ini tidak didasarkan dengan akal sehat. “Kemarin debat terakhir Pemerintah selalu mempromosikan industri 1.0 atau Ten Years Challenge, hanya sekedar mempromosikan sesuatu, seolah-olah bangsa ini mampu menjadi untuk menjadi industri 1.0 dengan segala harapan. Nah, pertanyaanya adalah basis untuk menghasilkan industri 1.0 itu apa? Kalau pemerintah sekarang perekonomian hanya tumbuh 5% apa yang mau dihasilkan? Kalau 7%- 8 % itu baru masuk akal,” pungkasnya.