FaktualNews.co

Harga Gabah Anjlok, Petani Jember Duduki Kursi Dewan

Peristiwa     Dibaca : 767 kali Penulis:
Harga Gabah Anjlok, Petani Jember Duduki Kursi Dewan
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/
Para petani di Jember duduki kursi dewan, protes anjloknya harga gabah.

JEMBER, FaktualNews.co – Puluhan petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menduduki gedung parlemen serta membakar hasil panen mereka saat menggelar unjuk rasa, Kamis (28/3/2019). Mereka kesal karena harga gabah di tingkat petani anjlok.

Sehingga mereka meminta adanya perhatian pemerintah terkait nasibnya. Namun sesampainya di gedung DPRD Jember, para petani itu kecewa lantaran seluruh anggota Komisi B yang membidangi pertanian, tidak ada di tempat.

Sehingga selama kurang lebih 1 jam, para petani itu menduduki kursi dewan, dan melakukan rapat sendiri menuntut adanya perhatian dari pemerintah akan nasib mereka.

“Seminggu ini harga gabah terjun bebas, dan sejak Selasa kemarin kita sudah berkirim surat. Namun ternyata hari ini, anggota dewan tidak ada di tempat. Sehingga kita duduki ini kursinya. Padahal kita ingin mengeluhkan harga gabah ini,” kata Koordinator Forum Komunikasi Petani Jember (FKPJ) Jumantara, Kamis (28/3/2019).

Menurutnya, anjloknya harga gabah ini, pihaknya berharap ada perhatian pemerintah. Baik dari eksekutif maupun legislatif. “Karena informasi dari rekan-rekan petani. Harga gabah ini terendah Rp 2.500 (per Kg), jenis Legowo, dan Rp 3.000 termahal. Padahal HPP 4 tahun lalu yang mengacu Inpres Nomor 5 Tahun 2015. Seharusnya terendah Rp 3.700,” terangnya. Bahkan harga itu lebih rendah dari harga katul (bahan pangan untuk ternak).

“Baik dari Bulog, ataupun juga tolong pada BPSP, agar tidak memberikan label. Karena yang rugi petani. Janganlah membodoh-bodohkan petani. Padahal kami ingin berkontribusi untuk kedaulatan pangan,” kata Jumantara.

Anjloknya harga gabah itupun, berlaku secara nasional. “Terlebih lagi, kami juga merasa bangga bisa menduduki kursi dewan. Karena tidak ada anggota dewan satu pun yang menyambut kami. Tidak ada yang peduli dengan petani. Perasaan kami ini Kecewa sekali,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Jember, Bukri, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon berdalih dirinya masih mengantarkan keluarganya ke rumah sakit.

“Jadi saya mengantarkan dulu ke rumah sakit. Bukan tidak mau menemui. Untuk anggota yang lain saya tidak tahu. Tetapi bisa dipastikan saya setiap hari hadir di kantor,” tuturnya.

Terkait surat permohonan hearing dengan Komisi B DPRD Jember, legislator dari PDI Perjuangan ini mengaku, pihaknya belum menerima surat permohonan apapun. “Karena kalau saya terima, saya pasti tahu hari ini ada rapat,” kata Bukri.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul