Gaya Hidup

Penyebab Rasa Lapar Berlebih di Malam Hari

FaktualNews.co – Pernahkah Anda terbangun dari tidur karena merasakan lapar, atau ingin makan dalam porsi besar di malam hari. Jika benar demikian, boleh jadi Anda mengalami night eating syndrome (NES).

Night eating syndrome (NES) adalah gangguan yang ditandai dengan kebiasaan makan di malam hari. NES tergolong sebagai bentuk kelainan makan selain anorexia nervosa atau bulimia nervosa.

Seperti dilansir dari HelloSehat, sindrom NES berbeda dengan binge eating disorder, yaitu kecenderungan seseorang makan porsi besar dalam satu waktu. Penderitanya hanya makan dalam jumlah kecil namun meningkat di malam hari.

NES juga berbeda dari sleep eating disorder, gangguan makan yang berhubungan dengan tidur. Karakteristik dari sindrom ini adalah tidak merasa lapar sepanjang pagi dan siang hari, tapi sangat tinggi di malam hari.

Bahkan, penderitanya dapat terbangun hanya untuk makan, yang seringkali disertai kesulitan tidur (insomnia). Kesulitan tidur tersebut terjadi karena penderita memiliki hormon pemicu melatonin yang lebih rendah dibandingan individu normal.

Sehingga dapat disimpulkan, tiga karakteristik penderita NES adalah kelainan pola makan, perubahan pola tidur, dan gangguan mood.

Meskipun belum diketahui penyebab pasti NES, namun ada beberapa faktor yang dapat memicunya, antara lain masalah pola tidur, perubahan hormon, riwayat obesitas atau kelainan makan, riwayat depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan, serta faktor genetik.

Peneliti telah menemukan kemungkinan adanya hubungan antara NES dan genetik. Gen PER1 dianggap memiliki peran dalam mengendalikan jam biologis tubuh Anda, sehingga jika terdapat kerusakan pada gen tersebut akan menyebabkan NES. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Biasanya, dokter akan memberi sejumlah pertanyaan terkait kebiasaan tidur dan makan Anda, serta melakukan tes polysomnography guna mengetahui adanya kemungkinan gangguan tidur yang dialami. Tes itu mengukur gelombang otak, tingkat oksigen darah, jantung dan pernapasan.

Anda dapat mencoba diagnosis NES demi memastikan kondisi Anda jika telah terus-menerus makan tengah malam secara berlebihan, setidaknya selama tiga bulan terakhir.

Beberapa penelitian mengungkap, penggunaan obat anti-depresan dapat memperbaiki pola makan, mood, dan kualitas hidup seseorang. Ada pula terapi perilaku kognitif. Satu studi kecil menemukan bahwa latihan relaksasi membantu mengubah nafsu makan.

Berikutnya konseling gizi untuk terapi nutrisi, baik kualitas, kuantitas dan perubahan perilaku serta berbagai terapi penunjang lain. Tujuan dari konseling gizi adalah mengubah waktu dan frekuensi makan, memberi pengertian dan motivasi tentang asupan makanan yang sesuai kebutuhan dan aktivitas tubuh.

Pengobatan lain yang dapat dilakukan adalah fisiologi olahraga, terapi perilaku dialektik (DBT), terapi interpersonal (TI) dan manajemen stres.