FaktualNews.co

Pemkot Pasuruan Terima Nilai 2,38, Terkait Penerapan SPBE

Advertorial     Dibaca : 416 kali Penulis:
Pemkot Pasuruan Terima Nilai 2,38, Terkait Penerapan SPBE
FaktualNews.co/Abdul Aziz/
Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla, saat sambutan pada acara Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE Tahun 2018 di Jakarta

JAKARTA, FaktualNews.co – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menegaskan pentingnya akselerasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terintegrasi di seluruh instansi pemerintah. Penerapan SPBE merupakan keharusan, bukan pilihan.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden saat berikan arahan dalam acara Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (28/3/2019). “Hasil evaluasi SPBE dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tahun 2018 terhadap 616 kementerian, lembaga, Polri, dan pemerintah daerah,” tutur Yusuf Kalla, saat sambutan.

Terungkap, sebanyak 82 instansi pemerintah (13,31%) berpredikat baik, sangat baik dan memuaskan. Sedangkan, 534 instansi pemerintah (86,69%) berpredikat cukup dan kurang. Potret SPBE Nasional itu, belum sesuai target yang diharapkan mencapai kategori predikat baik, dengan indeks 2,6 atau lebih pada tahun 2020.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI Syafruddin mengatakan, hasil evaluasi merupakan potret SPBE Nasional, bukan tentang siapa yang baik, jelek, yang menang, kalah, berprestasi atau tidak. “Namun sesungguhnya merupakan landasan pacu atau pijakan awal untuk melangkah bersama, membangun SPBE secara nasional,” jelasnya.

Ditegaskan oleh Menteri PAN-RB, bahwa tugas tersebut bukan hanya bertumpu pada Tim Percepatan SPBE Nasional, namun oleh semua. Pihaknya mengajak semua pimpinan instansi pemerintah, dari pusat hingga daerah harus mendukung akselerasi SPBE pada tiga domain utama, yaitu kebijakan, tata kelola, dan layanan.

Dalam beberapa tahun ke depan, sesuai target perencanaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, SPBE akan dikembangkan secara terpadu, mengubah tampilan tata kelola pemerintahan lebih efektif dan efisien, mewujudkan birokrasi dan pelayanan publik yang berkinerja tinggi, modern, akuntabel dari pusat hingga ke daerah.

Hasil evaluasi SPBE Nasional ini menjadi momentum sebagai wahana sosialisasi sekaligus penyamaan frekuensi pandangan seluruh pimpinan kementerian, lembaga, daerah dan Polri. “Kegiatan ini akan menjadi momentum penting transformasi pemerintahan yang berbasis elektronik,” ungkapnya.

Sejumlah pimpinan instansi peraih penghargaan SPBE menyambut baik kebijakan nasional ini. Mereka sudah merasakan dampak positif penerapan SPBE di instansi yang dipimpinnya. Dalam kesempatan ini Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, ikut hadiri evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tersebut.

Untuk diketahui, nilai SPBE Kota Pasuruan masuk kategori cukup, yaitu dengan nilai 2,38. Belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah khususnya pembangunan aplikasi dan hardware belum terhubung satu dengan lainnya sehingga menimbulkan inefisiensi anggaran.

Wakil Walikota, Teno merekomendasikan untuk segera menyusun Peraturan Walikota dan Surat Edaran agar setiap OPD yg akan melakukan belanja TIK berupa aplikasi, server hingga CCTV untuk meminta rekomendasi dari Dinas Komunikasi Informatika Dan Statistik Kota Pasuruan, sehingga memiliki nilai manfaat yang tinggi dan berkelanjutan menuju satu data Indonesia.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...