FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Polda Jatim Ambil Alih Kasus Mayat dalam Koper di Blitar

Peristiwa     Dibaca : 875 kali Penulis:
Polda Jatim Ambil Alih Kasus Mayat dalam Koper di Blitar
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir/
Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera

SURABAYA, FaktualNews.co – Polda Jawa Timur mengambil alih pengungkapan kasus ditemukan mayat dalam koper di bawah Jembatan Jalan Raya Blitar-Kediri di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, keputusan mengambil alih kasus tersebut lantaran terjadi di dua wilayah yuridiksi kepolisian. Yakni, di Kediri dan Blitar.

“Ada dua Lokus yang terjadi, di Kediri karena korban yang bersangkutan orang Kediri. Dan Lokus dimana mayat itu ditemukan yaitu Blitar Kota. Dua Lokus ini tentunya ada tempos, tempos itu waktu bagi penyidik. Nah untuk menkoordinasikan dua lokus di dua yuridiksi ini, tentunya diambil alih oleh Polda Jawa Timur,” ujar Barung, Kamis (4/3/2019).

Barung menegaskan, kasus mayat dalam koper yang ditemukan di Blitar tersebut akan diambil alih secara penuh oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Alasan lain juga dikatakan Barung, dengan beralihnya ke tangan Polda Jatim, diharapkan pengungkapan kasus akan berjalan lebih cepat.

“Kenapa kita ambil alih, karena terjadi di dua yuridiksi. Ini harus cepat pengungkapannya. Harus cepat, karena ini sudah terblow up di media. Jika tidak cepat dikhawatirkan pelaku akan melarikan diri,” tandasnya.

Sejauh ini, pihaknya mengaku telah mengantongi sejumlah barang bukti yang bisa dijadikan petunjuk untuk mengejar pelaku pembunuhan yang memutilasi Budi Hartanto (28), korban yang jasadnya ditemukan tewas dalam koper. Akan tetapi, dirinya enggan menyebut barang bukti apa yang dikantonginya tersebut.

“Tidak bisa kami sampaikan ke publik karena itu untuk kepentingan penyelidikan,” sambungnya.

Bukan cuma barang bukti, kepolisian sejauh ini juga telah meminta keterangan 12 orang sebagai saksi. Yaitu orang yang dinilai dekat dengan korban serta pihak yang terakhir diketahui bersama korban sebelum ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin