FaktualNews.co

Pencarian Kepala Mayat Dalam Koper di Blitar, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Peristiwa     Dibaca : 438 kali Jurnalis:
Pencarian Kepala Mayat Dalam Koper di Blitar, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak
FaktualNews.co/Dwi Haryadi/
Polisi sedang mencari kepala korban, menyisir sungai di Blitar.

BLITAR, FaktualNews.co – Pihak Polresta Blitar, hingga kini terus melakukan pencarian potongan kepala mayat dalam koper yang ditemukan di bawah jembatan Karang Gondang, Kecamatan Udan Awu,  Kabupaten Blitar, beberapa waktu lalu.

Sampai Senin (8/4/2019). tepatnya enam hari sejak penemuan mayat Budi Hartanto (28) Warga Desa Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Polisi belum juga menemukan potongan Kepala korban. Terkait itu, polisi juga sudah mengerahkan anjing pelacak untuk mencari potongan kepala korban.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, Polres Blitar Kota, bersama jajaran Polres Blitar Kota, saat ini sudah berusaha mencari dan menyisir sungai hinga ke ujung sungai. Tidak hanya menyisir sungai petugas juga mencari potongan kepala mayat dalam koper tersebut melibatkan anjing pelacak.

“Saat ini polisi melibatkan anjing pelacak, namun karena lokasi terlalu ramai maka penciuman anjing tersebut tidak sempurna, “kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar Senin (8/4/2019).

Ade menambahkan, saat ini pihaknya mengakui memang kesulitan untuk mencari kepala korban, karena masih simpang siur informasi dari saksi saksi. Namun polres Blitar akan terus mencari semaksimal mukin.

“Sampai saat ini kami masih melanjutkan pencarian, biarpun kasus sudah mengerucut di Polda, namun TKP penemuan di Blitar. Kami pun juga mengulang pencarian mulai dari rumah korban di Kediri hinga di lokasi penemuan mayat tersebut, “ujarnya

Diberitakan sebelumnya, warga Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper di bawah jembatan Karang Gondangm Kecamatan Udan Awu, Kabupaten Blitar. Mayat dalam koper tersebut pertama kali di temukan oleh warga yang sedang mencari rumput.

Setelah dievakuasi dan dilakukan penyelidikan oleh tim identifikasi Mabes Polri Cabang Jawa Timur. Mayat tersebut seorang guru honorer yang juga juga seorang  penari di Kediri. Dalam kasus ini Polda Jatim sudah memeriksa sebanyak 13 saksi mulai dari teman dekat dan rekannya sesame penari.

 

 

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...