Peristiwa

Kabar Peristiwa Berdarah Pasca Pemilu, Kapolda Jatim : Itu Tidak Benar

SURABAYA, FaktualNews.co – Kabar bakal terjadi peristiwa besar pasca Pemilu tanggal 17 April 2019 terus berhembus kencang. Bahkan, ada yang menyebut peristiwa tersebut dengan peristiwa berdarah. Masyarakat akhirnya dibuat resah dengan informasi ini.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan pun menegaskan, jika informasi tersebut hanyalah kabar bohong alias hoaks yang tak perlu diyakini kebenarannya.

“Saya sampaikan kepada masyarakat Jawa Timur, ataupun secara umum seluruh masyarakat Indonesia. Bahwa berita terkait nanti pasca tanggal 17 (April 2019) akan ada peristiwa besar. Akan ada peristiwa berdarah, itu tidak benar. Saya ulangi itu tidak benar,” tegas Kapolda Jatim, Kamis (11/4/2019).

Pejabat nomor satu jajaran Polda Jatim itu juga kembali menegaskan, bahwa pelaku yang sengaja menyebarkan berita bohong tentang bakal terjadinya kerusuhan setelah Pemilu, sudah ditangkap.

Sebelumnya, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah menangkap Arif Kurniawan Radjasa (36), selaku pemilik akun Facebook Antonio Banerra, lantaran mengunggah kabar bohong yang menyebut akan terjadi peristiwa kerusuhan besar pasca Pemilu 2019.

Tak hanya menyebar kabar bohong, Arif juga mengumbar ancaman akan terjadi pemerkosaan kepada perempuan etnis Tiong Hoa di Indonesia ketika laiknya kerusuhan Mei 1998 itu terjadi.

“Pelakunya sudah kami amankan, dan sudah kami proses. Sudah ditangkap dan sekarang ditahan,” tandasnya.

Aparat keamanan menghimbau, masyarakat tetap tenang dan tak terpancing dengan kabar yang tidak benar. Juga meminta tidak turut serta menyebar berita-berita yang memprovokasi dan memecah belah kerukunan warga.

Apabila masih dijumpai oknum masyarakat dengan sengaja kembali menyebarkan kabar serupa, petugas kepolisian dikatakan Luki, tak segan-segan langsung bertindak tegas.

“Beberapa orang yang menyebarkan kabar ini, salah satunya dari Jember sudah kami periksa,” kata Luki.

Ditegaskan pula, bersama TNI, pihaknya berjanji selalu menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan Pemilu di Jawa Timur. Menjamin kelancarana proses pemungutan suara hingga tuntas, sehingga para pemilih tak ada alasan untuk tidak memilih atau kuatir merayakan pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali tersebut.

“Kami bersama TNI, akan mengamankan pelaksanaan daripada pemungutan suara,” tutupnya.