FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Sidak Kesiapan Pemilu, Wali Kota Mojokerto : Jangan Golput

Birokrasi     Dibaca : 248 kali Jurnalis:
Sidak Kesiapan Pemilu, Wali Kota Mojokerto : Jangan Golput
FaktualNews.co/Istimewa/
Sidak persiapan pemilu di KPU Kota Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari beserta Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria meninjau langsung persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) di Kantor KPU Kota Mojokerto.

Dari hasil peninjauan, tidak ditemukan permasalahan yang signifikan terkait pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang. Termasuk semua surat suara sudah siap sesuai jumlah dalam daftar calon pemilih yang ada di KPU. “Semuanya sudah siap, tidak ada kendala apapun,” kata Ika Puspitasari, Kamis (11/4/2019).

Untuk itu Ning Ita mengimbau agar warga Kota Mojokerto untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 17 April nanti. “Jangan Golput, wajib hadir pada 17 April di TPS masing-masing sesuai surat undangan,” imbuh wanita yang akrab disapa Ning Ita ini.

Jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu serentak, Ning Ita telah menginstruksikan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto untuk memvalidasi data penduduk Kota Mojokerto. Dari validasi yang telah dilakukan Dispendukcapil ditemukan lebih dari 5000 warga Kota Mojokerto yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Saya sudah menginstruksikan Dispendukcapil untuk segera meng-clear-kan warga yang belum perekaman E-KTP, sampai batas akhir ada lebih dari 5000 orang yang belum rekam KTP dan ternyata tidak ada orangnya, seperti pemilik KTP ganda,” jelas Ning Ita.

Ning Ita berharap Pemilu tahun ini berjalan dengan lancar. “Saya berharap pesta demokrasi berjalan lancar dan damai. Berbeda pilihan itu adalah hak asasi, kita bebas memilih siapa saja sesuai dengan hati nurani kita. Tetapi menjaga kedamaian dan ketenteraman dalam pesta demokrasi adalah kewajiban bagi warga negara,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menjelaskan bahwa di wilayahnya ada 6 TPS yang dianggap rawan. Sebanyak 3 TPS di wilayah kota dan 3 TPS di wilayah kabupaten.

“Kualifikasi rawan berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) berdasarkan analisa kepolisian, Bawaslu juga punya IKP sendiri,” jelas Sigit.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan bentuk kerawanan yang mungkin terjadi, yaitu meliputi potensi konflik dan money politic. Namun demikian, pihaknya sudah menyiapkan pasukan guna mengamankan pesta demokrasi itu.

“Tingkat kerawanan dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu agak rawan, rawan dan sangat rawan. Pola pengamanan TPS agak rawan 1 polisi mengawasi 1-6 TPS dibantu 2 anggota Linmas sebanyak 2 kali lipatnya jumlah TPS,” kata Sigit.

Sigit menjelaskan bahwa untuk TPS yang rawan 1, anggota Polri ditambah 2 sampai 3 anggota Linmas. Sedangkan untuk daerah yang sangat rawan, 1 TPS dijaga oleh 1 anggota Polri  ditambah 2 Linmas atau 2 anggota Polri mengamankan 1 TPS seperti yang kita laksanakan di 3 TPS di dalam Lapas.

Dalam sidak tersebut, tampak hadir, Sekdakot Mojokerto, Harlistyati, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Febriana Meldyawati, serta Ketua KPU Kota Mojokerto, Syaiful Amin Solihin.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...