FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Pemilu 2019: 200 TPS di Kabupaten Mojokerto Dikategorikan Rawan

Nasional     Dibaca : 180 kali Jurnalis:
Pemilu 2019: 200 TPS di Kabupaten Mojokerto Dikategorikan Rawan
FaktualNews.co/Fuad Amanullah/
Distribusi logistik pemilu 2019 di Kabupaten Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Sebanyak 200 tempat pemungutan suara (TPS) pemilu serentak 2019 di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dikategorikan rawan.

Tercatat, dari 2.484 TPS (tempat pemungutan suara) di Kabupaten Mojokerto, polisi menyebutkan 200 TPS di antaranya dipetakan rawan saat berlangsung proses pemungutan suara Pilpres, DPD, dan Pileg 2019.

Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Tri Sujoko, mengungkapkan klasifikasi pemetaan pengamanan pemilu ini dibagi dalam tiga macam. Terdiri dari kategori aman, rawan, dan sangat rawan.

“Nah, untuk di wilayah hukum kami, di Kabupaten Mojokerto ada dalam katagori rawan,” ungkapnya, Senin (15/4/2019).

Meski demikian, lanjut Tri Sujoko, bukan berarti rawan yang dimaksud tersebut akan terjadi bentrokan atau keributan. Melainkan, sebatas adanya aspek lain yang mengindikasikan terjadinya kerawanan dan dapat mengganggu jalannya pemungutan suara hingga penghitungan.

Pihaknya menyebutkan, sejumlah aspek yang dianggap menjadi penyebab kerawanan di TPS di antaranya karena disebabkan oleh aspek geografis.

Aspek geografis ini terbagi menjadi dua. Yaitu, karena jangkauannya cukup jauh, dan rawan terjadi bencana alam. Seperti longsor dan banjir bandang.

Seperti di wilayah lerang pegunungan dan perbukitan. Meliputi Kecamatan Ngoro, Trawas, Pacet, Gondang, dan Jatirejo. Sebab, bagaimanapun, lanjut dia, di musim hujan sekarang ini, sejumlah wilayah tersebut masih berpotensi terjadi bencana alam.

’’Kerawanan lebih kepada faktor geografis, jangkauan wilayah, dan bencana alam,’’ tambah Tri.

Tak hanya itu, Tri juga menyebutkan domisili calon legislatif (caleg) lebih dari satu juga dalam satu wilayah juga menjadi aspek pemetaan rawan kepolisian.

Maka dari itu, penebalan kekuatan pengamanan tentu berbeda dengan ribuan TPS lainnya. Untuk TPS dikategorikan aman, satu personel kepolisian akan menjaga di sembilan TPS, dan dibantu oleh 18 linmas. Sedangkan, untuk kategori rawan, satu anggota kepolisian menjaga lima TPS dibantu 10 anggota linmas. ’’Tapi, kalau rawan karena teroris, rabu putih, hingga keributan, kami pastikan tidak ada,’’ tegas perwira dengan melati satu di pundaknya.

Tri Sujoko menambahkan, sebagai pasukan tambahan, di hari pemungutan suara, setidaknya ada 224 personel gabungan stand by di Mapolres Mojokerto. Meliputi, satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob 94 personil, peleton krangka terdiri dari Dalmas 60 personil, 30 personel satpol PP, dan linmas 40 personel. Pengamanan juga di-backup unsur TNI.

Setidaknya, terdapat 30 prajurit stand by, dan sebanyak 236 prajurit diterjunkan ke setiap PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di 14 wilayah kecamatan. ’’Ratusan personil stand by ini on calling. Setiap dibutuhkan bisa langsung diterjunkan,’’ paparnya.

Di samping itu, sebagai upaya antisipasi juga dilakukan patroli secara berkala. Dari 14 kecamatan akan dibagi menjadi empat rayon. ’’Setiap rayon beranggotakan empat perwira dengan pengamanan wilayah dipimpin seorang kompol dan kapolsek,’’ tegasnya.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...