FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bahaya Bekerja Malam bagi Ibu Hamil

Kesehatan     Dibaca : 156 kali Jurnalis:
Bahaya Bekerja Malam bagi Ibu Hamil
Ilustrasi

FaktualNews.co – Di masa kehamilan, menjaga pola tidur sangat penting agar tubuh tetap prima. Sayangnya, perubahan hormon yang terjadi saat mengandung membuat kualitas tidur ibu hamil menjadi terganggu. Peningkatan hormon progesteron yang mengatur siklus reproduksi membuat wanita yang tengah hamil lebih sering mengantuk di siang hari.

Kualitas tidur kian diperburuk dengan jam kerja yang menyita waktu, terlebih jika profesi Anda mengharuskan untuk bekerja shift malam. Bekerja pada larut malam, walau tidak setiap hari, sangat berbahaya bagi ibu hamil, karena dapat memicu terjadinya keguguran. Demikian menurut temuan sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Occupational & Environmental Medicine.

Temuan ini dihasilkan dari penelitian terhadap data karyawan milik 22.744 ibu hamil di Denmark yang bekerja di bidang layanan publik. Data ini kemudian dibandingkan dengan data persalinan dan keguguran di rumah sakit untuk menentukan risiko adanya keguguran saat kehamilan berusia 4-22 minggu.

Penelitian bertajuk “Night Work and Miscarriage: A Danish Nationwide Register-based Cohort Study” ini menemukan, setelah delapan minggu kehamilan, wanita yang bekerja shift malam selama dua hari atau lebih dalam sepekan memiliki risiko keguguran 32% lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak bekerja shift malam selama seminggu. Semakin sering bekerja di malam hari, risiko keguguran pun semakin tinggi.

Tingginya risiko keguguran diduga karena bekerja di malam hari membuat ibu hamil lebih banyak terpapar cahaya di malam hari, seperti dari lampu ruangan di tempat kerja. Terlalu banyak terekspos cahaya di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian yang mengatur jam biologis, termasuk juga siklus tidur. Kondisi ini juga mengurangi pelepasan melatonin yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh ibu hamil dan fungsi plasenta pada janin.

Dilansir laman BMJ, sekitar 14% wanita Eropa bekerja di malam sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan. Hasil riset oleh Luise Moelenberg Begtrup, Ina Olmer Specht, dan sejumlah peneliti ini dinilai penting, tidak hanya untuk ibu hamil, tetapi juga atasan dan pemilik bisnis agar tetap mengutamakan kesehatan para pegawainya.

Editor
Saiful Arief
Tags

YUK BACA

Loading...