FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Berbobot Hingga 2 Kg, Alpokat Markus Blitar, Diburu Konsumen

Ekonomi     Dibaca : 280 kali Jurnalis:
Berbobot Hingga 2 Kg, Alpokat Markus Blitar, Diburu Konsumen
FaktualNews.co/Dwi Haryadi/
Buah alpokat Markus seberat 2 kg, perbuah.

BLITAR, FaktualNews.co – Buah alpokat tentunya hampir semua orang di negeri ini mengenal dan merasakannya. Namun, alpokat berbobot hingga 2 kg per buahnya mungkin asing. Akan tetapi, itulah buah alpokat yang ada Blitar, Jatim.

Ya, adalah alpokat Markus namanya yang ada di Blitar itu. Alpokat ini adalah  hasil silangan petani beranama Roslin, warga Desa Genengan Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Dengan alpokat ini bisa menambah ikon buah aplokat super besar di Blitar.

Roslin petani buah asal Blitar mengatakan, awal mulanya dia mengembangkan atau menyilang alpokat tersebut, mengalami kegagalan berkali kali. Namun, akhirnya alpokat hasil silangannya berbuah. Pertama kali  berbuah alpokat Markus bobotnya mencapai hinga seberat 2 kg. Hanya membutuhkan waktu tiga tahun mulai penanaman, alpokat Markus sudah berbuah.

“Ya awalnya gagal mas, namun saya terus berusaha. Padahal bibit itu saya dapat dari Magelang, Jawa Tengah. Jadi selama gagal menyilang saya bolak balik ke Jawa Tengah, “ujar Roslin Sabtu (20/4/2019).

Roslin menambahkan dari kegagalan menyilang alpokat tersebut akhirnya dia berhasil menarik perhatian pemerintah daerah. Pasalnya Bupati Blitar, Rijanto juga mengunjungi rumah Roslin. Bupati Riyanto memesan bibit alpokat Markus untuk ditanam di halaman kantor Bupati Blitar.

“Pak bupati mengetahui buahnya besar tebal dan gurih, akhirnya memesan bibit untuk ditanam di halaman kantor bupati dan pekarangan rumahnya, Saya sendiri yang menanam di sana, “ujarnya bangga.

Karena keberhasilan alpokat Markus berbuah jumbo tersebut. Kini, bibit alpokat Markus banyak diminati konsumen. Bahkan, penjualan bibit alpokat tersebut sudah merambah ke luar pulau seperti Sumatra, Kalimatan, Ambon dan Sulawesi,

Editor
Nurul Yaqin
Tags

YUK BACA

Loading...