FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

4 Penyelenggara Pemilu di Blitar Meninggal, Puluhan Sakit

Politik     Dibaca : 216 kali Jurnalis:
4 Penyelenggara Pemilu di Blitar Meninggal, Puluhan Sakit
FaktualNews.co/Meidian Dona Doni/
Bupati Blitar sedang mengecek kesiapan personil linmas yang akan bersinergi dengan kepolisian dalam pengamanan pemilu 2019.

BLITAR, FaktualNews.co – Akibat faktor kelelahan, hingga Kamis (25/4/2019) total ada empat orang penyelenggara pemilu yang meninggal dunia di Kabupaten Blitar. Begitu pula yang jatuh sakit menyentuh angka puluhan.

Komisioner Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Blitar, Nikmatus Sholihah, mengatakan mencatat penyelenggara meninggal diantaranya, Ketua PPS Desa Kendalrejo, Kecamatan Srengat; Joko Priyo Saptono, anggota Linmas Desa Salam Kecamatan Nglegok Muhtadi (53), anggota Linmas Desa Salamrejo Kecamatan Binangun Toyib Nurochman (43) dan anggota KPPS Desa/Kecamatan Ponggok Wiji Saechoni .

“Terakhir meninggal pagi ini anggota KPPS di Ponggok bapak Wiji Saechoni,” ungkapnya.

Dia mengatakan para penyelenggara yang meninggal ini sudah dilakukan pendataan dan disetorkan ke KPU Provinsi Jawa Timur. Sebab Pemprov Jatim sudah merencanakan memanggil ahli warih penyelenggara pemilu yang meninggal tadi untuk diberi santunan.

“Nanti bu gubernur akan mengundang ahli waris di Gedung Grahadi didampingi Pemerintah Kabupaten Blitar dan KPU Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Sedang yang jatuh sakit akibat kegiatan menghitung suara ini mencapai angka puluhan. Untuk yang dirawat opname di rumah sakit sekitar 3 orang. “Yang sakit ini juga kami data, memang kalau saat ini yang diprioritaskan untuk dikirim datanya ke KPU pusat yang meninggal dunia,” jelasnya.

Menanggapi dengan banyak korban berjatuhan akibat kelelahan di pemilu serentak 2019, bukan tidak mungkin KPU melakukan perubahan sistem di pemilu selanjutnya. Dengan lebih bisa memperhatikan waktu kerja penyelenggara supaya tidak sampai terjadi kelelahan.

“Setiap pemilu berakhir selalu kita lakukan evaluasi. Kedepan pasti akan dilakukan revisi teknis penyelenggaraanya yang minim resiko dan bahaya,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...