Peristiwa

BPBD  Mojokerto, Sebut Tanggul Putus Imbas dari Proyek BBWS

MOJOKERTO.FaktualNews.co – Putusnya tiga tanggul di sungai Sadar yang berada di Kecamatan Mojosari, Mojokerto,  pada Senin (29/04/2019). Badan Penamggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto menyebut adanya imbas proyek normalisasi sugai Sadar juga menjadi penyebab.

Hal itu dikatakan Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini. Dia mengatakan, selain disebabkan curah hujan yang cupup tinggi pada Minggu (28/04/2019) hingga Senin (29/04/2019). Jebolny tiga tanggul di aliran sugai Sadar juga imbas dari proyek normalisasi sungai Sadar yang digarap oleh BBWS.

Zaini juga menyebutkan setelah melihat langsung di lokasi jebolnya tanggul yang berada di Desa Kebodalem, putusnya tanggul tepat berada di samping tanggul yang kini di garap oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas. Sehingga putusnya tanggul bisa saja disebab oleh dampak penggalian tangul proyek itu, karena belum selesai. “Ini hasil analisa kami sementara,”sebutnya.

Namun , lanjut Zaini, hingga sampai saat ini dirinya sudah melakukan kordinasi dengan yang bersangkutan termasuk BPWS agar segera melakukan tindakan. ” Kalau perbaikan hanya demi permanen, ini tidak mungkin bisa membendung, arunya ini diperbaiki secara permanen. Di sisi lain tanggul jebol berupa tanah juga sudah tua, yang berdampingan dengan tanggul yang sedang diperbaiki oleh BBWS.”tegasnya..

Akibat tanggul putus, diperkirakan hampir 100 hektar lebih sawah yang terendam. Selain itu, tiga dusun yang berada di dua desa yang berada di sekitar tanggul putus juga akan terancam terendam. “Yang kasihan itu, banyaknya sawah yang mulai tanaman padinya panen, Kalau terendam secara otomatis mereka akan gagal panen, “terangnya.

Sedangkan untuk dua dusun yang akan terimbas pada putusnya tanggul yakni Dusun Balong Cangak, Desa Kedung Gempol, Dusun Gebongan Desa Jotangan.

Sementara itu, Narto selaku pengawas proyek BPWS Sugai Sadar saat di konfirmasi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan kordinasi dengan atasan untuk menanggulangi tanggul jebol di sungai Sadar.

“Ini masih kita fikirkan untuk menutup tanggul jebol. Apakah mengunakan sandbags (karung pasir) atau henya mengunakan tanah yang berada di sekitar tanggul. Sebab alat berat tidak bisa masuk, ” ungkapanya

Menurutnya, putusnya tanggul tidak lain disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Meski, proyek pengerjaan normalisasi sungai Sadar belum usai, putusnya tangul tidak ada kaitannya dan ini sudah sesuai dengan desain awal normalisasi. “Tidak ada sangkut pautnya dengan proyek, “tegasnya.

Dia juga mengaku, jika pengerjaan proyek sungai Sadar hingga sampai saat ini belum selesai. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada bulan Desember. ” Masih ada 8 bulan lagi untuk menyelesaikan proyek di sugai sadar.”terangnya.