FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Delapan Wilayah  Kecamatan di Pasuruan, Dikepung Banjir

Peristiwa     Dibaca : 1190 kali Penulis:
Delapan Wilayah  Kecamatan di Pasuruan, Dikepung Banjir
FaktualNews.co/Aziz/
Kondisi subuh tadi jalan raya Kraton (pantura) lumpuh total. Kendaraan dialihkan ke jalur tol dan jalur alternatif.

PASURUAN, FaktualNews.co – Intensitas hujan tinggi di wilayah selatan Pasuruan sejak Minggu (28/4/2019) siang hingga malam hari, mengakibatkan banjir besar di bagian hilir, Beberapa desa di 8 wilayah Kecamatan Kota dan Kabupaten Pasuruan, terendam banjir.

Bahkan hingga Senin (29/4/2019) pagi, banjir masih setinggi 1 meter lebih terjadi di Kecamatan Grati dan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, akibat luapan sungai.

Banjir yang mengepung 8 kecamatan ini, diantaranya, Gempol, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Winongan dan Grati, Kabupaten Pasuruan. Sementara di kawasan Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang berbatasan dengan Kecamatan Kraton banjir rendam ratusan rumah warga.

“Ini banjir cukup besar akibat hujan deras kemarin,” ujar Slamet, warga Karangketug, Senin (29/4/2019).

Bahkan, saking besarnya, jalur Pantura Surabaya-Probolinggo lumpuh total sampai 5 jam, yakni sejak pukul 03.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Seluruh kendaraan baik dari arah Surabaya-Pasuruan maupun sebaliknya, oleh petugas dari Satlantas Polres Pasuruan Kota tak diperkenankan menembus air yang sudah menggenangi Jalan Raya Kraton hingga ketinggian 50 cm itu.

Kemacetan yang terjadi sejak dinihari itu membuat ratusan kendaraan yang menuju Surabaya terpaksa dialihkan ke jalur tol Kebonagung. Kendaraan yang menuju Probolinggo dialihkan lewat tol PIER Rembang. Petugas dari kepolisian setempat juga mengarahkan kendaraan lain ke jalur alternatif. Banjir ini membuat desa-desa di bantaran Sungai Welang, membuat warga tak bisa beraktifitas.

Salah seorang sopir truk, Suyono (42)  asal Probolinggo, memutuskan untuk lewat tol, kuatir muatannya tak sampai di Surabaya pada siang ini. Tak hanya dia, ternyata puluhan supir yang lain juga memutuskan untuk melewati tol.

“Dari pada gak bisa jalan, lebih baik lewat tol saja, meski harus mengeluarkan uang lagi. Karena lewat bawah belum tentu lancar,” papar dia, sebelum masuk tol.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, untuk saat ini banjir menggenangi desa-desa di 7 kecamatan.

“Saat ini kita fokuskan untuk penanganan desa-desa yang terparah.  Seperti di kecamatan Kraton, Grati, Winongan dan Rejoso. Karena ketinggian air mencapai 50 cm lebih,” katanya.

Menurut dia, melihat intensitas hujan yang cukup lebat di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan, banjir bisa meluas, hingga mengancam jalur Pantura.

“Saat ini yang paling urgen yakni di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamataj Grati, yang ketinggian banjir di pemukiman warga capai 1 meter lebih. Ini kita siapkan bantuan bagi warga korban banjir,” jelas Bakti.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
S. Ipul