ucapan idul fitri pemkab jombang
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kebakaran Pasar Anom Baru Sumenep, Enam Kios Ludes

Peristiwa     Dibaca : 172 kali Jurnalis:
Kebakaran Pasar Anom Baru Sumenep, Enam Kios Ludes
FaktualNews.co/Supanjie/
Petugas PMK dibantu warga berusaha memadamkan kebakaran Pasar Anom Baru, Sumenep

SUMENEP, FaktualNews.co – Kebakaran hebat menghanguskan enam unit kios di lantai dasar Pasar Anom Baru blok A, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (3/5/2019) petang. Sejumlah mobil Pemadam Kebakaran (PMK) diterjunkan untuk memadamkan api.

“Yang terbakar sekitar 6 unit kios, ludes karena api langsung membesar, ke 6 unit itu semua di lantai dasar, salah satunya toko sahabat. Kalau di lantai atas, tidak kenak,” tutur, Herman Pratipto, salah seorang pemilik lapak aksesoris di pasar anom.

Informasi dari penjual, pasar blok A yang diresmikan Oktober 2016 lalu tersebut, telah mengalami kebakaran ke tiga kalinya. “Pasar ini sudah 3 kali terbakar mas, tahun 2007, 2013, dan sekarang kembali terbakar, tadi sekitar pukul 16:30 WIB,” imbuhnya.

Menurut Herman, kios yang terbakar itu, merupakan lapak yang menjual sandal, kasur, bantal, dan barang jualan lain yang bahannya mudah terbakar.

“3 unit toko sahabat, jual sandal, kios lain jual kasur dan beberapa kios lainnya, entah jualan apa,” bebernya.

Pantauan di lokasi, dua mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan menjinakkan api, tampak kesulitan karena sulitnya akses masuk. Hingga pukul 18.30 WIB, kedua damkar silih berganti berusaha memadamkan si jago merah.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, termasuk berapa besaran kerugian yang disebabkan kebakaran tersebut.

“Kita tidak tau berapa kerugiannya, itu tugas kepolisian untuk mengusutnya,” tandasnya.

Sumber lain di lokasi kepada FakrualNews.co menyebutkan, dugaan sementara karena konsleting listrik.

“Kemungkinan ya karena konsleting listrik, cuma kami tidak mau menduga duga, biar pihak berwenang saja yang menyampaikan,” imbuh pedagang lain yang enggan disebut namanya. Pihak pengelola pasar, hingga kepolisian setempat belum ada yang dapat dimintai keterangan awak media.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...