FaktualNews.co

Gubernur Jatim : Pembangunan Tanggul Solusi Permanen Atasi Banjir

Birokrasi     Dibaca : 210 kali Jurnalis:
Gubernur Jatim : Pembangunan Tanggul Solusi Permanen Atasi Banjir
FaktualNews.co/Amanu/
Gubernur Jatim Khofifah dan Wabup Mojokerto Pungkasiadi saat meninjau banjir di Tempuran, Sooko

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginginkan adanya solusi permanen dalam penanganan banjir yang melanda tiga daerah yang menjadi langanan banjir tiap musim hujan.

“Permasalahan utama ini ada persoalan hulu-hilir, dari luapan sungai kemudian meluber ke permukiman masyarakat,” kata Khofifah kepada wartawan di lokasi banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (6/5/2019).

Khofifah menyebutkan, banjir luapan tidak hanya terjadi di Mojokerto, melainkan di Jombang dan Gresik. Hal ini disebabkan adanya pendangkalan dan juga sedimentasi sehingga harus dilakukan normalisasi.

Tidak hanya itu, pembangunan tanggul di sungai-sungai yang meluap merupakan solusi yang bersifat permanen untuk mengatasi banjir. Dia mencontohkan Sungai Lamong yang setiap tahun luapannya memicu banjir di wilayah Mojokerto dan Gresik.

Selain itu, dirinya juga menginginkan tanggul Sungai Lamong dibangun sepanjang 7,1 Km di titik yang telah ditentukan. Menurut dia, realisasi pembuatan tanggul tersebut kini bergantung pada pembebasan lahan. Dia meminta pemerintah daerah yang dilalui tanggul untuk mulai melakukan sosialisasi pembebasan lahan kepada masyarakat.

“Uangnya sudah ada. Kalau komunikasi dengan masyarakat selesai, pembebasan lahan siap tahun ini, kata Menteri PUPR groundbreaking juga siap tahun ini,” terangnya.

Pembangunan tanggul tersebut, lanjut Khofifah, ditargetkan mampu meningkatkan daya tampung Sungai Lamong hingga 1.000 meter kubik/detik. Sungai yang membelah Kabupaten Mojokerto dan Gresik ini meluap karena daya tampungnya saat ini hanya 250 meter kubik/detik.

Sementara terkait banjir di Desa Tempuran, Khofifah mengaku telah meminta BBWS Brantas untuk membersihkan sampah yang menyumbat dua pintu air Sipon. Tersumbatnya pintu air tersebut mengakibatkan Sungai Watudakon dan Balongkrai meluap ke permukiman penduduk.

“Sungai Watudakon dan Balongkrai perlu juga kita lihat dulu hulunya. Supaya solusi bersifat jangka panjang,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur di dampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi memberikan bantuan untuk warga terdampak banjir, meninjau dapur umum, serta melihat langsung kondisi banjir dengan menaiki perahu karet.

Editor
Z Arivin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...