FaktualNews.co

Suami Mengaji, Ibu dan Anak di Pasuruan Bunuh Diri Tenggak Racun

Peristiwa     Dibaca : 865 kali Penulis:
Suami Mengaji, Ibu dan Anak di Pasuruan Bunuh Diri Tenggak Racun
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi bunuh diri

PASURUAN, FaktualNews.co – Entah apa yang ada dibenak Yatmiati (50), perempuan asal Dusun Beji Kidul, Desa Karangsono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur nekat mengakhiri hidup dengan minum racun potas dicampur kopi. Bahkan ia juga mengajak serta anaknya Yogi Bagas Waluyo yang masih (8) hingga tewas.

Diduga motif aksi bunuh diri itu lantaran terhimpit ekonomi. Karena ia tak punya uang menjelang datanganya hari raya Lebaran. Hal ini dikuatkan sebelum meninggal dunia, sang ibu menulis wasiat permintaan maaf kepada keluarganya.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Informasi yang dihimpun, keduanya ditemukan tergeletak di dalam kamar rumah keluarga Lamat (57) yang juga suami dan ayah korban. Peristiwa memilukan tersebut diketahui setelah Lamat suami korban mengaji di rumahnya karena rutinitas bulan Ramadhan, Senin dini hari 6 Mei 2019.

Namun tiba- tiba terdengar suara aneh dari dalam kamarnya saat dilihat ternyata kamar dalam keadaan terkunci sehingga memanggil Yusuf anak pertamanya. Tak disangka istri dan anaknya tewas dengan mulut berbusa dan bau obat serangga menyengat.

Atas kejadian tersebut para kerabat kaget dan tak menyangka jika keduanya tewas dengan cara mengenaskan. Padahal mereka dikenal baik dan ramah kepada saudara maupun tetangga.

Menurut Mahfud keponakan korban, diduga kuat Yatmiati mengakhiri hidupnya karena masalah ekonomi. Sebab, sebelumnya korban dan sang suami sempat terjadi perdebatan kecil masalah uang karena menjelang lebaran.

Kapolsek Purwosari AKP I Made Swardana mengatakan, sSaat petugas Polsek Purwosari datang di lokasi kejadian menemukan surat wasiat dari kedua korban salah satu isinya soal permintaan maaf kepada suami dan anaknya yang masih hidup serta keluarga yang ditinggalkan.

“Meski demikian pihak keluarga keberatan dilakukan autopsi dan meminta kasus ini tidak dilanjutkan sehingga dua jasadnya dimakamkan di lingkungan setempat dengan posisi sejajar,” kata Kapolsek, Selasa (7/5/2019).

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin
Sumber
Sindonews.com

YUK BACA

Loading...