ucapan idul fitri pemkab jombang
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Oknum Pilot Tampar Pegawai Hotel di Surabaya, Ditahan Polisi

Peristiwa     Dibaca : 280 kali Jurnalis:
Oknum Pilot Tampar Pegawai Hotel di Surabaya, Ditahan Polisi
FaktualNews.co/Dofir/
Arden Gabriel Sudarto alisa AG (tengah), oknum pilot Lion Air.

SURABAYA, FaktualNews.co – Arden Gabriel Sudarto alisa AG (29), oknum pilot Lion Air yang telah memukul Ainur Rofik (28), salah seorang pegawai Hotel La Lisa di Surabaya, akhirnya ditahan petugas kepolisian.

Penahanan dilakukan oleh penyidik Polrestabes Surabaya, setelah dirinya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Langsung kita tahan setelah kita periksa, satu jam saja cukup. Hari ini, Kamis 9 Mei 2019 mulai hari ini oknum pilot atas nama Gabriel sudah ditahan, resmi kita lakukan penahanan,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Penahanan terhadap AG dilakukan, karena CCTV dan keterangan visum serta saksi telah menguatkan bahwa  oknum pilot Lion Air tersebut terbukti melakukan pemukulan hingga memenuhi unsur penganiayaan terhadap korban.

“Dari CCTV, dari keterangan visum et referendum, dari keterangan saksi yang ada, saksi ahli juga sudah jelas itu membuktikan. Penahanan ini Karena syarat objektif dan subjektif yang ada,” lanjutnya.

Gabriel, begitu panggilan akrab sang pilot. Semestinya dijadwalkan diperiksa sebagai terlapor pada hari Kamis (16/5/ 2019) mendatang di Polrestabes Surabaya. Namun, ada beberapa hal sehingga pemeriksaan dimajukan dan ditahan.

Keputusan penahan dijelaskan Barung berdasar subjektifitas. Yakni, untuk mencegah terjadinya tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Selain itu juga lantaran banyaknya video rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial.

“Subjektif dikarenakan tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti. Subjektif adalah penilaian dari penyidik untuk dilakukan penahanan salah satunya adalah keinginan publik yang luas untuk mendapatkan perhatian dari pada kasus ini. Ada 130 ribu lebih komentar publikasi,” tutupnya.

 

 

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...