ucapan idul fitri pemkab jombang
FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

JIAD Jatim Dukung Polisi Usut Pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang

Peristiwa     Dibaca : 143 kali Jurnalis:
JIAD Jatim Dukung Polisi Usut Pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang
FaktualNews.co/Istimewa/
Direktur Linkar Indonesia untuk Keadilan Aan Anshori

JOMBANG, FaktualNews.co – Aksi pembakaran kantor Polsek Tambelangan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menuai keprihatinan dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak pihak mendukung agar polisi mengusut tuntas dan menangkap para pembuan onar itu.

Dukungan terhadap korp Bhayangkara ini disampaikan Ketua Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jatim, Aan Anshori. Ia pun mengutuk keras aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan pada Rabu (22/5/2019) sekitar pukul 23.30 WIB malam.

Pembakaran kantor Polsek Tambelangan Sampang, sebagai rentetan peristiwa huru-hara di Jakarta jelas memilukan hati. Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai wilayah kondusif politik patut malu dan berduka. Bisa dikatakan aparat dan pemerintah Jawa Timur kecolongan dalam peristiwa ini,” ujarnya, Sabtu (25/5/2019).

Dikatakan Aan, aksi penyerangan terhadap institusi polri itu merupakan tindakan kejahatan serius. Sebab, polri merupakan salah satu simbol negara. Untuk itu, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap polisi guna mengungkap para pelaku tindak kerusuhan itu.

“Aparat keamanan perlu bertindak tegas mengingat penyerangan terhadap simbol negara bisa dikategorikan pidana serius. Sikap permisif atas hal ini justru akan semakin mempertebal ketidakberdayaan aparat dalam menegakkan hukum. Demokrasi dan ketertiban tidak akan bisa ditegakkan jika ada sekelompok orang yang merasa di atas hukum. Ketegasan telah dicontohkan Polda Metro Jaya saat Asrama Brimob dibakar massa,” imbuhnya.

Sebab lanjut Aan, jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kekacauan serupa akan terjadi dibeberapa daerah. Mengingat, tidak ada efek jera yang diberikan kepada para pelaku kerusuhan ini.

“Polda Jatim tidak perlu merasa takut untuk menegakkan hukum dan konstitusi agar ketentraman dan keadilan di Jatim tetap terjaga. Jika dibiarkan tidak menutup kemungkinan peristiwa tersebut akan menjadi preseden timbulnya kekacauan di kabupaten/kota lain. Para tokoh agama dan masyarakat perlu mendukung upaya tegaknya hukum dan kondusifitas di Jatim. Warga Jatim bersama Polri dan TNI,” pungkasnya.

Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...