FaktualNews.co

Polda Jatim, Kembali Tangkap Empat Buron Kasus Pembakaran Mapolsek di Sampang

Peristiwa     Dibaca : 208 kali Jurnalis:
Polda Jatim, Kembali Tangkap Empat Buron Kasus Pembakaran Mapolsek di Sampang
FaktualNews.co/Dofir/
Lima tersangka kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan.

SURABAYA, FaktualNews.co – Polisi terus mengejar para pelaku pembakaran kantor Polsek Tambelangan, Sampang. Kali ini, Polda Jatim kembali menangkap empat orang yang sebelumnya telah dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka diantaranya, M, A, N dan AM.

Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiyono menyebut, keempatnya berperan sebagai sopir dan pemilik kendaraan yang digunakan saat kerusuhan terjadi. Dari penangkapan ini, total sudah ada sepuluh orang yang ditangkap Polda Jatim.

“Itu sopir ya, ada yang inisialnya M, A, N dan AM yang terakhir itu, sopir sama pemilik kendaraan ya itu.” ujar Kombes Pol Gupuh Setiyono, Jum’at (31/5/2019).

Namun, dari keempat orang yang ditangkap. Penyidik hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni AM alias Tahdir. sementara sisanya hanya sebagai saksi dalam kasus tersebut sehingga mereka dilepas.

Karena menurut Gupuh, ketiganya tidak terbukti secara langsung terlibat dalam aksi kerusuhan yang berujung pembakaran kantor Polsek Tambelangan, Sampang pada Rabu, 22 Juni 2019 lalu.

“Yang jadi tersangka itu AM alias Tahdir,” singkatnya.

Sementara, lima orang oknum habib yang sempat disebut-sebut telah ditetapkan sebagai DPO beberapa hari lalu, hingga saat ini belum tertangkap.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Polda Jatim telah menangkap enam orang diduga terlibat dalam kasus pembakaran Polsek.

Dari keenamnya, penyidik menetapkan lima orang sebagai tersangka. Atas penangkapan ini, penyidik Polda Jatim juga menetapkan lima orang oknum habib sebagai DPO.

Kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan terjadi pada hari Rabu, 22 Mei 2019 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Kala itu terlihat sedikitnya 200 orang secara tiba-tiba dengan brutal melempari Mapolsek Tambelangan dan membakar menggunakan bom molotov.

Aksi anarkis ini dipicu akibat adanya kabar bohong soal penahanan dan penembakan tokoh Madura ketika aksi 22 Mei 2019 terjadi di Jakarta, yang beredar luas di tengah masyarakat.

Belakangan, tokoh masyarakat tersebut dalam kondisi baik-baik saja setelah yang bersangkutan mengunggah video dalam media sosial.

 

 

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...