FaktualNews.co

Jantung Kota Mojokerto Rawan Kemacetan H+1 Lebaran

Ramadan     Dibaca : 370 kali Penulis:
Jantung Kota Mojokerto Rawan Kemacetan H+1 Lebaran
FaktualNews.co/Fuad Amanullah/
Command center Polresta Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Momen lebaran selalu menjadi atensi Polres Mojokerto Kota, khususnya H+1. Selain rawan tindak kejahatan, meningkatnya arus lalu lintas juga akan berakibat kemacetan.

“Terlepas puncak mudik dan balik lebaran, yang jadi atensi kami adalah hari ke dua lebaran,” ungkap Kasatantas Polresta Mojokerto, AKP Kadek Oka Suparta, Selasa (4/6/2019).

Belajar dari momentum lebaran pada sebelumnya, di hari kedua tak pernah lepas dari aktivitas masyarakat yang terus meningkat.

Bahkan, hasil pemetaan di lapangan, sejumlah ruas jalan menjadi atensi petugas. Jalan raya Gajah Mada misalnya. Jalan utama di jalur kota itu tak penah lengah dari aktifitas warga. Termasuk saat lebaran. Khusunya sisi jembatan sebalah utara. Simpang tiga yang menjadi pertemuan tiga arah itu selalu terjadi crowded.

Meliputi, Lespadangan, Kecamatan Gedeg, Mlirip, Kecamatan Jetis, dan dari dalam Kota Mojokerto sendiri. Antrian panjang pun dipastikan tak bisa dihindari. Setidaknya kondisi itu terjadi seperti evaluasi lebaran tahun lalu.

“Peningkatan lalu lintas ini terjadi dari masyarakat lokal saja yang hendak melakukan silaturrahmi ke sanak saudara,” terangnya.

Tak hanya itu, antrian kendaraan diprediksi juga akan terjadi di Jalan Pahlawan, Majapahit, Bhyangkara, Brawijaya, dan sejumlah jalur dalam kota lainnya. Tak urung, sebagai upaya antispastif, sejumlah pola juga sudah disiapkan. Mulai dari pengaturan traffic light, penutupan jalur, hingga contraflow atau menjadikan dua jalur jadi satu.

Sebagai pendukung rekayasa lalin, petugas turut pemasangan brigade atau pembatas jalan. Seperti halnya di simpang Tiga Klenten Kelenteng Hok Sian Kiong. crowded, petugas memasangan brigade di tengah jalan. Disisi lain petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup jalur. Termasuk di simpang tiga jembatan gajahmada dan jembatan lespadangan sisi utara.

“Sebagai jalur alternatif, jalur dalam kota ada jalur arteri. Sekarang sudah dipasang rambu-rambu petunjuk arah,” tutur Kadek.

Selain itu, di luar dari upaya upaya yang di siapkan, Satlantas polresta Mojokerto juga bentuk tim urai dalam mensiasati kemacetan yang bakal terjadi di pusat kota. Tujuannya, mengurai kepadatan arus lalu lintas agar tidak sampai terjadi crowded atau macet total.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Saiful Arief
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...