FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Limbah Pipa Paralon di Lamongan, Disulap Jadi Lampu Hias Menarik

Unik     Dibaca : 313 kali Jurnalis:
Limbah Pipa Paralon di Lamongan, Disulap Jadi Lampu Hias Menarik
FaktualNews.co/Faesol/
Inilah lampu hias hasil kreasi Supriyo yang dibuat dari limbah pipa paralon.

LAMONGAN, FaktualNews.co – Barang bekas biasanya hanya dibuang begitu saja dan menjadi sampah. Tapi tidak begitu bagi seorang pria asal Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan ini.

Untuk mengasah kreativitasnya, Supriyo yang memiliki segudang ide kreatif memanfaatkan sisa-sisa potongan (limbah) pipa paralon yang sudah tidak terpakai. Supriyo bisa “menyulapnya” menjadi lampu hias yang begitu indah.

“Awalnya memanfaatkan sisa potongan paralon, berikutnya kok bagus, menarik dan ada beberapa teman yang tertarik,” kata Supriyo, Kamis (6/6/2019).

Berawal dari coba-coba, Supriyo membuat berbagai macam lampu hias. Mulai dari lampu gantung, lampu meja, lampu dinding serta lampu taman atau outdoor.

“Kalau motifnya macam-macam, kaligrafi, tema alam, bunga, batik, etnik, hingga foto atau wajah, bisa juga custom, tergantung pesanan,”ungkapnya.

Lebih jauh Supriyo mengaku, proses pembuatan lampu hias ini membutuhkan waktu yang beragam, bergantung tingkat kesulitannya. Semakin rumit gambar maka proses pembuatannya akan semakin lama.

“Sampai proses finishing paling banter sehari dapat dua lampu. Tapi kalau yang motifnya foto/wajah karena gak tembus (relief) pengerjaanya lebih lama lagi,”jelas Supriyo, pria dengan segudang ide ini.

Karena tingkat kesulitannya beragam, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lesbumi Lamongan ini membandrol lampu hias buatannya dengan harga yang beragam, mulai dari Rp 125.000 hinggal Rp 150.000 per buah.

Lebih jelasnya Supriyo mengatakan, seluruh proses produksi lampu hias berbahan paralon ini masih dilakukan secara manual atau buatan tangan, sehingga jumlah produksinya terbatas.

“Karena saya kerjakan sendiri, hanya sekedar menerima pesanan dari teman-teman dan konsumen di Lamongan saja,”pungkasnya.

 

 

Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...