FaktualNews.co

Perceraian Guru di Pasuruan Meningkat

Pendidikan     Dibaca : 830 kali Penulis:
Perceraian Guru di Pasuruan Meningkat
FaktualNews.co/Ilustrasi/
Ilustrasi Perceraian

PASURUAN, FaktualNews.co – Puluhan guru di Kabupaten Pasuruan yang dibawah naungan Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Pasuruan, sejak beberapa tahun ini, banyak yang mengajukan cerai. Dengan alasan persoalan rumah tangga menjadi penyebab meningkatnya perceraian yang diajukan ke Diknas selama ini.

Kepala Diknas Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi membenarkan meningkatnya kasus perceraian yang ada dialami kalangan guru. “Ya memang di kabupaten pasuruan ini banyak terjadi kasus perceraian guru. Permasalahannya cukup kompleks, sehingga tiap tahunnya meningkat,” papar dia, saat dihubungi FaktualNews.co, Jumat (14/6/2019).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Dikatakannya, meningkatnya angka perceraian di instansi yang dipimpinnya ini, lantaran berbagai hal di rumah tangga guru. “Permasalahan ini yang membuat kami prihatin. Sebab tiap tahunnya selalu ada dan meningkat, meski kami upayakan maksimal untuk memberikan wejangan dan pengertian pada para pihak yang bercerai agar bisa diurungkan niatan pisah itu,” tegasnya.

Karena itu, Iswahyudi menegaskan untuk pengajuan perceraian, pihaknya akan berupaya meminimalkan kasus perceraian di lingkup kerjanya. Untuk mengantisipasi makin meningkatnya kasus perceraian dengan melakukan sosialisasi dan mempertemukan kedua belah pihak, sekaligus para orang tua istri maupun suami yang bercerai.

Dari data yang masuk di Diknas pada tahun 2017 lalu, perceraian yang terjadi dikalangan guru SD – SMP mencapai 20 kasus. Tahun berikutnya meningkat 2 persen lebih. “Kami berupaya agar tingkat perceraian ini bisa menurun, karena dampaknya bisa menyangkut kinerja seorang pendidik.” tutup pria yang juga ketua PGRI Kabupaten Pasuruan ini.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin

YUK BACA

Loading...