FaktualNews.co

4 Desa di Panggul Trenggalek Alami Kekeringan

Peristiwa     Dibaca : 268 kali Jurnalis:
4 Desa di Panggul Trenggalek Alami Kekeringan
Ilustrasi Kekeringan

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Bencana kekeringan sudah mulai mengancam sebagian wilayah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Saat ini ada empat desa di wilayah Kecamatan Panggul dilaporkan mengalami kekeringan.

Empat desa yang mengalami kekeringan tersebut adalah Desa Besuki, Desa Nglebeng, Desa Karang Tengah serta Desa Terbis.

Untuk mengantisipasi warga yang terdampak kekeringan, seiring pergantian musim, ribuan liter air bersih telah digelontorkan ke empat desa tersebut.

“Pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan telah kita lakukan. Dan saat ini mereka telah mendapat bantuan suplai air bersih,” kata Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspita Sari, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya, bantuan suplai air bersih itu diberikan berdasarkan permintaan warga setempat yang terdampak. Kemudian pihaknya meninjau ke lapangan untuk menentukan kelayakan daerah tersebut menerima bantuan.

“Permintaan itu dari desa mengetahui kecamatan. Kemudian kita kroscek ke lapangan, selanjutnya evaluasi dan pengiriman air bersih kita lakukan,” terang Tri Puspita.

Lebih lanjut Tri Puspita menuturkan, untuk mencukupi permintaan suplai air bersih yang diprediksi bakal berlangsung masif, telah disediakan anggaran untuk air bersih sebesar Rp 150 juta.

“Kalau kita berkaca tahun lalu, nominal itu belum mencukupi. Sehingga harus mendapatkan sokongan Rp 500 juta dari belanja tidak terduga (BTT) Pemkab Trenggalek,” jelasnya.

Dikatakan, berdasarkan prediksi yang dilakukan, kemungkinan rentan waktu kekeringan tahun ini hampir sama seperti tahun lalu. Namun dia tidak dapat memastikan mengingat kecenderungan perubahan musim karena banyaknya siklon.

“Diprediksi hampir sama dengan tahun kemarin, tapi kita tidak tahu karena sekarang banyaknya siklon sehingga banyak perubahan. Jadi tidak bisa memastikan berapa lama terjadi kemarau,” imbuh Tri Puspita.

Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat untuk lebih waspada memasuki peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.

Editor
Saiful Arief
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...