FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Khawatir Banyak Re-Tender Lelang, DPRD Trenggalek Semprot OPD Terkait

Parlemen     Dibaca : 119 kali Jurnalis:
Khawatir Banyak Re-Tender Lelang, DPRD Trenggalek Semprot OPD Terkait
FaktualNews.co/Suparni PB/
Sekertaris Komisi III DPRD Trenggalek M. Hadi.

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Masih sedikitnya pemenang lelang pada pelaksanaan kegiatan di Trenggalek, Komisi III DPRD Trenggalek semprot OPD pelaksana lelang. Hal itu disampaikan dalam rapat pembahasan evaluasi pelaksanaan lelang umum pekerjaan konstruksi, Rabu (19/6/2019).

Sebab dari jumlah 158 lelang pekerjaan ternyata masih ada 7 pemenang lelang. Selain itu dikhawatirkan akan ada banyak pekerjaan yang gagal atau re-tender.

Sekertaris Komisi III DPRD Trenggalek M. Hadi mengatakan, rapat kali ini menindaklanjuti hasil evaluasi khusus terkait pelaksanaan proses tender atau lelang yang ada di Trenggalek. Karena jika dilihat hingga saat ini untuk hasil pemenang lelang masih sedikit sekali.

Sehingga dari situ komisi III ingin membedah ada permasalahan apa hingga terjadi seperti itu. Dan ternyata dari rapat evaluasi kali ini ada beberapa hal masalah yang bisa di temukan.

“Jadi pekerjaan yang gagal sehingga mengakibatkan re-tender masih banyak sekali, coba bayangkan dari jumlah 158 pekerjaan, yang masuk di ULP ada 138. Sehingga masih ada 30 paket masih dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan belum selesai,” ungkap Hadi,

Sedangkan dari 138 yang masuk disampaikan Hadi, yang tayang itu baru 45. Sementara yang selesai dan ada pemenang lelang hanya ada 7. Maka jika dilihat dari situ hanya sekitar 3 persen yang sudah ada pemenangnya.

“Untuk hasil evaluasinya memang ada beberapa permasalahan, pada Dinas sendiri permasalahannya masih tentang regulasi baru Perpres 17 tahun 2019 tentang pelayanan jasa dan konstruksi,” jelasnya.

Ditambahkan Hadi, jadi alasan yang disampaikan OPD ada penyesuaian persyaratan pada regulasi, namun jika kita rasa juga tidak akan selambat ini. Sedangkan ULP sendiri hanya berprioritas pada DAK, tapi sebenarnya semua juga penting.

“Maka tidak seharusnya hanya sebatas DAK yang di prioritaskan, karena semua anggaran yang masuk juga harus bisa dilaksanakan secara maksimal,” pungkasnya.

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...