FaktualNews.co

Rektor Unej Imbau Warga Waspadai Penipuan Masuk SBMPTN

Pendidikan     Dibaca : 734 kali Penulis:
Rektor Unej Imbau Warga Waspadai Penipuan Masuk SBMPTN
FaktualNews.co/Muhammad Hatta/
Kampus Unej Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Pasca selesainya proses registrasi dan daftar ulang tes seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), kini Universitas Jember (Unej) membuka pendaftaran melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) bagi mahasiswa yang sebelumnya tidak lolos.

Rektor Unej Mohammad Hasan mengingatkan, untuk tahapan seleksi melalui SBMPTN, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap adanya tawaran atau informasi yang disampaikan oleh oknum-oknum yang mengaku bisa memasukkan calon mahasiswa baru (maba) dengan imbalan sejumlah uang.

Upaya mengingatkan ini, sebagai bentuk antisipasi karena setiap tahunnya ketika musim pendaftaran, banyak yang melakukan penipuan dengan cara tersebut. Hasan menyampaikan, pihaknya mengingatkan agar tidak percaya dengan iming-iming masuk ke perguruan tinggi melalui SBMPTN. Dengan syarat memberikan sejumlah nominal uang.

“Karena situasi seperti sekarang ini (musim pendaftaran masuk perguruan tinggi), banyak (oknum-oknum tidak bertanggung jawab), yang memanfaatkan kegalauan di masyarakat khususnya orang tua, agar anaknya bias masuk ke program atau jurusan yang dituju. Sampai-sampai ada tawaran, saya bisa memasukkan dengan membayar sekian,” ujar Hasan saat dikonfirmasi, Jumat (28/6/2019).

Hal itu, kata Hasan, pernah dialami warga Lamongan, dari laporan yang diterimanya. “Laporan yang masuk ke saya, ada yang mengaku sudah memberikan uang ratusan juta kepada seseorang, agar anaknya masuk sebagai mahasiswa kedokteran,” ungkapnya.

Namun nyatanya, kata Hasan, tidak diterima dan oknum tersebut menghilang. Sehingga hal semacam inilah, yang selalu saja terjadi setiap tahun. “Sehingga kami mengingatkan untuk calon mahasiswa baru, dan orang tuanya, agar lebih hati-hati,” tegasnya.

Menurut Hasan, jika diterima itu memang lolos seleksi atas upaya anaknya sendiri. “Bukan atas bantuan oknum. Karena jelas tidak ada yang bisa dilakukan oknum untuk membantu peserta. Meski dengan memberikan sejumlah uang,” tukasnya

“Kalau diterima, ya diterima anaknya itu. Tidak ada harus mengeluarkan uang. Sehingga saya menghimbau, jangan percaya, karena sistemnya sudah berjalan,” sambungnya.

Bahkan hasan mengaku, dua tahun lalu terpaksa memberhentikan secara tidak hormat, oknum di internal Unej yang terbukti melakukan perbuatan semacam ini. “Sehingga saya mendengar tahun ini, ada persoalan yang sama,” tegasnya.

Namun jika yang melakukan oknum diluar Unej, Hasan menyarankan orang tua calon mahasiswa segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. “Jangan percaya dengan kejadian (iming-iming masuk Unej dengan nominal uang, ratusan juta) seperti itu,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Z Arivin