FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Lewat Inovasi ‘Cabbi Peddhes’ Sumenep Berhasil Tekan Penderita Stunting

Advertorial     Dibaca : 193 kali Jurnalis:
Lewat Inovasi ‘Cabbi Peddhes’ Sumenep Berhasil Tekan Penderita Stunting
FaktualNews.co/Supanjie/
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim saat menjadi Narasumber pada Rakor Teknis Program Percepatan Pencegahan Stunting di Hotel Grand Sahid Jakarta. (Foto: Humas Pemkab Sumenep).

SUMENEP, FaktualNews.co – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Bupati A. Busyro Karim dan wakilnya Achmad Fauzi untuk menekan angka penderita stunting membuahkan hasil. Buktinya, jumlah penderita stunting sejak beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Stunting sendiri diketahui merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim saat menjadi Narasumber pada Rakor Teknis Program Percepatan Pencegahan Stunting di Hotel Grand Sahid Jakarta, mengatakan, salah satu respon cepat Pemerintah dalam rangka menyukseskan program pencegahan stunting dengan membuat regulasi.

Regulasi tersebut tertuang lewat Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2019 tentang Percepatan Penanggulangan Stunting, Surat Keputusan Bupati Nomor 188/89/KEP/435.012/2019 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting.

“Berdasarkan data Prevalensi Stunting di Kabupaten Sumenep, terjadi penurunan 18,2 persen dari tahun 2013 sebesar 52,5 persen, dan pada tahun 2018 menjadi 34,3 persen. Artinya, program yang kami lakukan membuahkan hasil,” kata Bupati, Selasa (2/7/2019) kemarin.

Politisi senior PKB Sumenep ini mengungkapkan, kesuksesan program memerangi dan menurunkan angka penderita stunting itu tidak lepas dari kerja sama semua pihak.

“Kesuksesan ini atas kerja keras semua pihak, termasuk dukungan segenap lapisan masyarakat untuk menggalakkan kegiatan inovatif,” terangnya.

Kegiatan inovatif yang dilakukan, lanjut suami Nurfitriana ini, salah satunya lewat sosialisasi pemanfaatan pekarangan dalam rangka penanaman Cabbi Peddhes (cabai pedas) yang bermanfaat mencegah anemia pada ibu hamil (bumil) untuk peningkatan bayi agar sehat dan cerdas.

“Kita ciptakan inovasi pemanfaatan pekarangan setiap rumah warga untuk ditanami Cabbi Peddhes, dan itu sangat berguna sekali,” imbuhnya.

Selain itu, Pemerintah juga memberikan pendampingan Bumil Kurang Energi Kronis (KEK) dan bawah dua tahun (Baduta), menyelenggarakan kelas Bumil, membuat Satgas Penting (SatuanTugas Peduli Stunting), membuat kelompok Geliz (Gerakan Peduli Gizi), Launching Kampanye cegah Stunting di Pulau Oksigen, Gili Iyang tahun 2018 lalu.

Bupati dua periode tersebut menyatakan, Pemerintah Daerah terus berkomitmen untuk menurunkan angka penderita stunting setiap tahun, dengan mengadakan berbagai kegiatan yang dananya dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“APBD Kabupaten Sumenep telah diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan Stunting di Desa, dan Desa Lokus. Namun, kami juga berharap dukungan Dana Desa (DD) untuk mempercepat penurunan penderita stunting,” pungkas Busyro. (*)

Editor
Saiful Arief

YUK BACA

Loading...